Jumat, 19 April 2013

Nikmatnya sebuah Kematian

Entahlah, apa yang sedang aku fikirkan... Sukses mulia saat aku mati dan bermanfaat untuk orang lain. Rasanya kematian itu begitu dekat sangat dekat. Tapi saat aku melihat kedalam diri apakah aku sanggup menghadapinya? ya, suatu yang nyata sangat nyata dan setiap mahluk pasti merasakannya, mati.

Siapkah aku menjawab pertanyaan mungkar dan nakir? bagaimana kondisi rumah penantianku nanti gelap atau terang? bagaimana saat aku berada di padang mahsyar? catatanku dihantarkan dari kanan atau kiri? bagaimana posisiku nanti bisakah aku bertemu dengan perempuan-perempuan mulia...? sangatlah aku ini bertemu dengan ummul mukminin Khadijah...

Mati itu memang sakit tapi nikmat bila kita berpikir adalah gerbang bertemu dengan Yang Tercinta. Allah hanya dengan RahmatMu.. Hanya dengan petunjukMu.. Jangan biarkan hamba tersesat... Amal-amal hamba tak bisa menganti nikmat yang Kau berikan walau satu bulir airmatapun... Allah...

Aku sedang tidak berputus asa, tapi sedang membayangkan kehidupan abadiku.. kehidupan yang tak hanya sehari dua hari, sebulan dua bulan, setahun bakal puluhan tahun seperti kehidupanku didunia tapi ini kehidupanku yang abadi.. kehidupanku yang kekal..  Kehidupan dimana aku bisa bertemu dengan Rasulullah.. aku bisa bertemu dengan orang-orang beriman yang sama-sama mencintaiNya dan bertemu denganNya...

Ahh, bagaimana kehidupan akheratku? Maaf bila kehidupan duniaku belum sempurna.. maaf bila banyak hati-hati tersakiti karena tidakku,kataku,pikirku.. maaf bila banyak janji yang tak tertunaikan, amanah tak tersampaikan.. maaf.. maaf...

Aku bukanlah Rasulullah yang bersih dari perbuatan dosa bahkan aku tak sekuat Umar bin Khattab yang segera menghisab dirinya saat berbuat dosa... Maaf.. maaf... maaf...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar