Senin, 08 Oktober 2012

Every Child is Special part 3

Entah mengapa saya slalu merasa bahwa anak kecil slalu istimewa…. Terlebih bila saya sedang memikirkan anak-anak saya nanti. Terkadang kangen itu sudah meluap-luap di hati saya.. penasaran mendengar tawanya, celotehan lucunya, tangisnya, bahkan argumen cerdas bila ia telah tumbuh dewasa, melihat senyumannya, tatapan harapannya, cemberutnya, kerlingan matanya ( wuaaahhhh imajinasi saya mulai berlomba jadinya ). Bahkan saat saya SMA dan bahkan sampai sekarang saya terbiasa membelikan buku-buku bacaan anak kecil. Walaupun, buku itu bukan anak-anak saya yang pertama membacanya dan saya selalu berujar dalam hati “Nak, bukunya dipinjemin dulu ya sama aa dan teteh” bila ada anak-anak kecil datang untuk membaca buku2 itu  dan dari sana saya menginginkan anak-anak saya nanti menjadi pribadi dermawan. 

Terkadang, saya merasakan takut.. takut bila saya tidak dapat menjadi bunda terbaik untuk anak-anak saya. rasa takut ini terjadi karena melihat realita yang terjadi saat ini, kondisi pergaulan, gaya hidup  yang menurut saya jauh dari kondisi yang baik dan sangat butuh perjuang lebih untuk membentuk pribadi2 yang unggul dunia akherat. Ya, tetap saja semua ini adalah rencana Allah dan kondisi ini adalah kondisi yang terbaik yang Allah berikan.. Tugas saya adalah bagaimana saya mempersiapkan diri saya menjadi Orang tua terbaik untuk anak-anak saya kelak... Sudah terlambatkah? Saya juga tidak tau, yang saya rasa “Tidak juga”.. karena saya yakin Allah sudah merencanakan apa yang akan terjadi pada diri saya. 

Pada suatu seminar, Pembicara seminar itu pernah menceritakan percakapan dirinya dengan seorang adik kelasnya yang baru lulus kuliah ( adik kelasnya perempuan ya.. ) “Ukh, biz kuliah  rencana mau apa dan persiapan apa aza ?” adik kelasnya menjawab “ iya kang, saya ingin kuliah lagi dengan beasiswa, kerja blablablabla…” dia menceritakan dengan panjang lebar.. lalu pembicara  itu bertanya lagi.. “ persiapan jadi ibunya gmana?” adik kelasnya menjawab “wah kang, itu mah nanti saja, saya juga belum ada niat untuk menikah dalam waktu dekat ini..” lalu pembicara itu  berujar “ untuk belajar menjadi ibu tidak harus menunggu waktu menjelang pernikahan, persiapkanlah dari sekarang dan jadilah ibu terbaik utuk anak2 kamu kelak, yang harus selalu di ingat surga itu bukan ditelapak kaki wanita tapi ditelapak kaki ibu”. Percakapan itu menjadi salah satu motivasi saya untuk terus belajar.. belajar menjadi bunda terbaik.. mulai membaca buku parenting, kesehatan anak, dan semua yang berhubungan tentang itu. Tidak hanya membaca saya jadi menyenangi acara bertema anak-anak dalam bentuk seminar ataupun acara televisi. Saya berharap saya bisa menjadi bunda terbaik untuk anak-anak saya dan walaupun rejeki terindah itu tidak saya dapatkan atau Allah memanggil saya sebelum saya menjadi bunda. setidaknya saya telah belajar dan saya yakin Allah telah melihat usaha saya untuk menjadikan surga ditelapak kaki saya.

Saya pernah membaca majalah islam yang topiknya mengenai Quranic parenting “ mendidik anak dunia dan akherat” entah mengapa pada beberapa paragraf tulisan itu membuat saya menangis dan terharu. Dan pada tulisan ini saya akan menceritakan secara singkat bagaimana isi tulisan tersebut. smoga bermanfaat dan bisa menjadikan kita Ibu terbaik untuk Generasi terpilih…. 

Doa…Doa…Doa…
Berikan doa terbaik untuk anak, Disetiap malam panjang kita, shalat istikharah (shalat untuk memohon bimbinganNya) sebelum mengambil keputusan besar dalam hidup dan shalat hajat (Shalat untuk memohon sesuatu dariNya) ketika memohon sesuatu yang  sangat penting bagi kesejahteraan anak.

Suhba (Persahabatan) akan membangun atau menghancurkan anda
Pilihlah teman yang baik, karena itu akan mempengaruhi kehidupan anak-anak kelak. Kata-kata yang membekas dihati saya adalah “Ketika anda duduk bersama orang-orang yang mementingkan dunia, Anda akan menjadi setetes air dalam lautan dunia. Akan tetapi, ketika Anda duduk dengan orang-orang yang mementingkan akherat maka kepentingan dunialah yang akan menjadi setetes air dalam lautan anda”. Ingatlah “ Seseorang dinilai dari bagaimana teman-temannya. Kita tidak dilarang bergaul dengan siapapun, dari kalangan manapun tapi harus ada batas-batas tersendiri saat kita memilihnya menjadi teman apalagi bila dia mencontohkan hal yang tidak baik bagi anak.

Nabi Muhammad saw adalah seseorang yang hidup dan nyata dalam kehidupan kita
“ Apakah ada teman lebih baik daripada orang yang mengingatkan temannya mengenai akhirat? Mungkinkah ada  ‘teman’ yang lebih baik dari pada Shallahu ‘alayhi wa sallam?” so jadikan shirah(biografi nabi) adalah buku yang menyenangkan untuk dibaca dan diceritakan kepada anak, membiasakan diri membaca doa-doa sunnah, apalikasikan sunah Rosulullah pada aktivitas kehidupan kita sehari-hari. Karena “Cara terbaik untuk membuat seseorang tertarik pada islam adalah dengan cara membuat mereka jatuh cinta pada Rosulullah. Jika anak Anda mencintai Rosulullah, mereka akan secara otomatis mencintai Allah.”

Bersenang-senang tidak  “Haram” di rumah kita, tetapi tetaplah menjaga lingkungan rumah semurni mungkin
“Jika syetan mengetuk pintu kita dan menayakan apakah ia boleh menjaga anak-anak kita, kita tentu akan langsung melempar mereka keluar. Namun, kita membiarkan televisi untuk melakukan hal yang sama. Kita benar-benar mengundang setan pada saat kita menghidupkan TV.” Menonton bukan suatu hal yang haram tapi memilih tontonan terbaik adalah hal yang bijak untuk anak kita, membatasi waktunya untuk melihat siaran TV dengan mengantikannya pada aktivitas menyenangkan yang lain seperti membaca buku, permainan yang mengasah kecerdasan dll.

“ menciptakan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan dirumah. Boleh saja dirumah kita tidak ada perayaan ulang tahun tapi saat anak kita menghatamkan atau sudah hafal Al Quran kita bisa mengadakan suatu acara untuk mereka, contoh ada suatu keluarga anaknya hafal juz-30 mereka mengadakan piknik di taman dengan pesta yang meriah. Ada begitu banyak fitnah di luar sana. Kita tidak bisa melindungi anak-anak kita dari sesuatu yang buruk tapi justru karena itulah, rumah harus menjadi oase dimana Allah harus dingat dan dipatuhi. Jika anda merasakan cinta dirumah Anda, Anda tidak perlu mencarinya ditempat lain begitupun yang dirasakan anak-anak anda.

Orangtua kami tidak menasehati melalui kata-kata, namun melalui tindakan
Islam tidak hanya sekedar shalat, berpuasa, atau beramal. Islam adalah sikap yang harus diamalkan dalam berurusan dengan kehidupan duniawi sehari-hari. So, berikan teladan yang baik untuk anak-anak kita. Apakah orangtua saling memperlakukan satu sama lain dengan hormat? Bagaiman mereka berreaksi dengan naik turunya kehidupan? Apakah mereka memiliki rasa tanggung jawab? Anak akan terus-menerus belajar dari orangtua mereka. Bahkan, ketika orangtua berpikir bahwa mereka tidak memiliki apapun untuk diajari.

Kalau perlu, aku bersikap galak. Tapi aku tak pernah galak
Kita perlu bersikap tegas pada anak kita, rumah harus memiliki aturan dan harus memiliki figur otoritas, walaupun mereka tidak mengetahuinya. Bila terjadi pelanggaran kita sebagai orang tua harus bersikap tegas dan mengkomunikasikan dengan cara yang baik. Pemukulan fisik untuk setiap pelanggaran yang paling sederhana bukanlah salah satu solusi yang terbaik karena “sekali anda memukul anak-anak anda, anda seperti ketagihan untuk melakukannya terus dan lebih keras lagi.”
Maka bila emosi sedang memuncak melihat kesalahannya, mencoba untuk tenang. Melepaskan amarah dengan memukulnya tentu akan menimbulkan rasa ‘puas’ saat itu. namun akan menimbulkan luka yang lama pada hati anak kita.

Aku selalu dekat dengan mereka
Jadikan kita sebagai orang yang dekat dengan kehidupannya. Tidak hanya menjadi bunda untuk mereka tapi juga sosok sahabat terbaik bagi mereka. Berikan mereka cinta, senyuman, pelukan dan interaksi-interaksi yang membuat hati kita dan anak terikat satu sama lainnya.

Kami tidak memanjakan anak-anak kami dan tidak terlalui sering memuji mereka
Semua ada porsinya itu yang saya pahami, satu kata yang melekat dalam hati saya. “ Ya, jujur kami memang memanjakan mereka, kami memanjakan mereka dengan sesuatu yang juah lebih bertahan lama ketimbang materi, yakni kasih sayang.”

Bicaralah pada anak-anak Anda dengan cinta
Jangan pernah meninggalkan satu moment pun untuk mengajari anak. Bicaralah dengan mereka dengan sebaik-baiknya perkataan dan terdapat unsur cinta didalamnya.

Mereka memiliki ayah shalih yang dekat dengan mereka
Untuk membentuk anak yang hebat tidak hanya bisa terbentuk dari bunda yang soleha saja tapi harus disinergiskan dengan ayah yang soleh juga. Karena keduanya punya peran masing-masing dalam membentuk karakter anak. Karena anak akan refleks terus-menerus mendekati ayah mereka seperti bunga matahari yang condong menghadap matahari.

Wuahh,,, memang tidak mudah mempelajari semuanya. Menjadi orangtua dan tinggal di dunia ini adalah seperti sebuah perjuangan. Kita memiliki visi tentang bagaimana menjadi orangtua dan kita berusaha keras untuk mencapainya, dan terkadang ada titik dimana kita tergelincir, sedih karena kita gagal. Butuh keberanian untuk memperbarui niat kita sebagai orangtua dan terus berdoa sukses.

“Ya Rabb, jadikanlah aku dan keturunanku termasuk ke dalam golongan yang mendirikan shalat. Ya Rabb kami, perkenankanlah doaku. Ya Rabb kami, lindungilah kami semua dengan ampunanMu, aku, orangtuaku, dan(seluruh) orang mu’min pada hari dimana semua akan dibangkitkan.” 
(QS Ibrahim:40-41). 


Jatinangor,
Oktober 2012, Bunda mencintaimu karna Allah... :') 

Tips memilih sepatu

Sepatu adalah salah satu bagian yang  penting dalam keseharian kita, dari yang menunjang aktivitas ataupun hanya sekedar koleksi saja. Saat memilih sepatu, seringkali kita hanya tergiur pada warna dan bentuknya yang manis. Padahal merek, model, dan harga yang mahal bukanlah jaminan kenyamanan sepatu, hal yang seharusnya menjadi faktor utama saat kita memilih sepatu. Agar kita tak salah pilih, ikuti tipsnya:


1. Pegang sepatu di bagian tumit dan ujungnya. Pastikan kedua bagian ini fleksibel dan tidak keras. Kedua bagian ini memiliki bagian penting saat berjalan, di mana fleksibilitas serta teksturnya akan memengaruhi tumit dan jari kaki agar tak mudah lecet.
 
2. Jika memilih sepatu dengan hak tinggi, pastikan haknya tepat berada di bawah pusat tumit Anda. Jika haknya terlalu di depan atau di belakang sepatu, Anda akan memiliki masalah keseimbangan.
 
3. Suzanne Levine,  ahli bedah podiatri (penyakit kaki) dari New York, menyarankan untuk memilih jenis sepatu yang memiliki bidang palsu. "Misalnya pada sepatu dengan ujung yang runcing. Sepatu ini memiliki bidang luas di bagian datarnya, sehingga ada sisa bidang palsu (kosong) di atasnya. Ini menghindarkan rasa kaku dan nyeri pada jari kaki," ungkapnya.
 
4. Sebelum membeli sepatu, biasakan untuk menguji bantalan (bagian dalam sepatu) dengan cara menekan jari ke dalam sepatu. Pastikan bantalan ini terasa empuk agar nyaman dipakai.
 
5. Sebisa mungkin hindari memilih sepatu dengan bahan sintetis. Pilih sepatu yang terbuat dari kulit, suede, atau kain. Penggunaan bahan-bahan yang bernafas ini akan mengurangi kemungkinan kaki melepuh.
 
6. Belilah sepatu disore atau malam hari, karena pada waktu itu ukuran kaki membesar hingga 5%.
 
7. Jangan mudah percaya bujukan penjual yang bilang bahan lentur dan akan melar.

Ukuran kaki kita membesar tiap tahun sejalan bertambah usia. Sepatu yang tidak nyaman bisa menganggu kelancaran peredaran darah hal ini berakibat adanya rasa pegal dan pembengkakan pada kaki kita. So, bijak-bijak ya dalam memilih sepatu.


Sumber :
www.kompas.com 
Majalah Nirmala

Sabtu, 06 Oktober 2012

Tips menganti bahan beralkohol untuk kue

Terkadang dalam resep masakan terdapat bahan-bahan beralkohol yang berfungsi memberikan aroma tertentu pada masakan. Bagi Umat muslim yang dilarang mengonsumsi alkohol, bahan-bahan tersebut dapat diganti dengan bahan lain dengan jumlah yang sama.

White wine = white grape juice
Red Wine = Cranberry juice, blackberry juice atau red grape juice
Bourbon = Vanila
Grand marnier = Orange juice
Sherry = vanilla (untuk kue), orange juice/ pineapple juice (untuk masakan)
Sweet sherry = orange juice atau apple juice ditambah sedikit vanilla
Rhum dan brandy = Vanila atau orange juice ditambah sedikit madu
Kahua = Larutan pekat kopi instan
 
sumber: buku 200 Tips Seputar Dapur

The Copycat

Saya sering merasa geli dan ingin tertawa melihat prilaku anak kecil. Seperti kejadian pagi tadi di damri jatinangor-DU, ada seorang anak kecil usianya sekitar 3 tahunan yang mengikuti prilaku kakaknya yang berusia 6 tahun. Jadi si kakak menutup wajahnya dengan jaket dan adiknya berusaha ingin mengikuti, padahal itu tidak mungkin karena jaket si adik kecil dan posisinya sedang melekat ditubuh. Adalagi yang lain, bagaimana seorang anak kecil tetangga saya yang mengcopy gaya saya sedang mengajar mereka dan cara saya berbicara pada mereka. Sambil memegang buku, dia menceritakan isi buku dengan ekspresi yang saya tampilkan.. disela2 cerita ia berkata “ Ayo, ada yang tau ini apa?” saat ada temen yang salah menjawab dia akan mengeleng2kan kepala dan mengatakan “no..no..no..” sedangkan kalau ada yang menjawab benar dia mengatakan “ ya benar, good job.. anak soleha..” persis seperti apa yang saya lakukan. 

Usia dibawa 5 tahun merupakan masa-masa keemasan seorang anak, dimana otak anak mengalami perkembangan yang sangat pesat. Stimulasi dan pengaruh lingkungan sekitar, sangat mempengaruhi perkembangan kecerdasan anak. Sejak bayi, anak memperhatikan dan menirukan prilaku orang disekitarnya, seperti tersenyum dan mengucapkan kata-kata. Seiring dengan bertambahnya  usia, maka perilaku anak sangat terpengaruh dengan kebiasaan orang-orang terdekatnya. 

Jangan heran bila kita melihat seorang anak kecil senang berdandan karena ibunya  seorang yang modis seperti Suri cursie (wuahh saya suka melihatnya karena seperti barbie, jelas putri saya nanti tidak akan saya buat seperti itu) atau contoh yang lainnya, ada seorang anak usianya dibawah 4 tahun. Saya sedih mendengar kata-katanya kasar sekali, ternyata eh ternyata setelah saya amati  ayahnya terbiasa berkata –kata kasar bila marah dan mengeluarkan kata-kata yang tidak sepatutnya dikeluarkan apalagi dihadapan anak kecil. Atau tiba-tiba anak jadi suka main pukul-pukulan atau bisa mengucapkan kata-kata cinta, nikah atau apalah yang ternyata ia tiru dari film kartun yang dia tonton atau sinetron yang seharusnya ga boleh dia tonton oleh anak kecil.

The copycat adalah sebutan yang layak untuk mereka karena anak kecil mudah meniru apa yang mereka dengar dan mereka lihat. Semua tindakan dan prilaku orang disekitarnya menarik untuk mereka contoh. Rasa ingin tahu dan penasaran mereka yang tinggi mendorong mereka meniru tindakan tersebut.
Sebuah penelitian yang dilakukan Dafid Forman, Nazan Aksan, dan Grazan Kochanska, dari University of Minnesota dan University of Lowa, dengan judul Toddler’s Responsive Imitation Predicts Preschool-Age Conscienc, menunjukan bahwa anak yang dengan antusias meniru orangtuanya, akan cendrung lebih cepat mengembangkan kemampuan untuk membedakan nilai-nilai yang benar dan salah, dibandingkan anak yang tidak antusias melakukan proses imitasi.

Anak belajar dari apa yang mereka lihat dengan meniru prilaku orang yang berada disekitarnya. Bagaimana supaya proses belajar anak melalui proses imitasi berjalan optimal? Berikut beberapa tips dari majalah Parents Guide bagi orang tua dan yang akan menjadi orangtua yang mempunya the copycat dirumah:

1. Biarkan anak mencoba
Pengalaman adalah guru yangg terbaik. Bila anak mencoba menirukan sesuatu, berilah kesempatan selama tidak membahayakan dirinya. Kepercayaan diri akan semakin meningkat saat diberikan kesempatan untuk mencoba meniru tindakan orang disekitarnya. Biarkan bila anak ingin mengaduk susunya sendiri, mengepel, ingin membuat adonan kue, dan makan sendiri. Meskipun resikonya adalah lantai menjadi kotor karena penuh ceceran susu, tepung dan remah makanan. Tapi anggap saja, itu adalah harga yang harus dibayar untuk sebuah keterampilan.

2. Jangan Memarahinya
Pasti kaget saat mendengar anak mengucapkan kata-kata kotor/jorok. Ambil nafas dalam-dalam dan tenang. Tanya baik-baik kenapa dia mengatakan kata-kata tersebut. Karena belum tentu dia mengerti dengan kata yang ia ucapkan. Setelah itu jelaskan bahwa kata-kata yang ia ucapkan tidak baik dan tidak pantas untuk diucapkan serta masukan nilai-nilai moral didalamnya.

3. Pastikan keamanannya
Anda harus segera melarangnya bila ada tindakan yang membahayakan dirinya dan orang lain. Seperti meniru adegan sulap ditelevisi, meloncat dari ketinggian atau memainkan pisau tajam. Wuahhh, kotak ajaib ini sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak jadi lebih baik kurangi intensitas anak dalam menonton TV, Pilih program yang baik untuk tumbuh kembangnya dan ahlikan hobinya pada rutinitas yang lain seperti membaca buku atau permainan-permainan yang mengasah kecerdasannya.

4. Jauhkan dari sumber negatif
Anak sangat mudah terpengaruh oleh lingkungannya. Oleh karena itu  jauhkan mereka dari sumber-sumber yang negatif. 

5. Model yang baik
Orang tua harus bisa menjadi contoh yang baik bagi anaknya. Kembangkan rasa cinta karna Allah, saling menyayangi, menghargai, membantu dalam keluarga, peduli terhadap sesama sehingga anak akan menirunya.

Saya suka prakata Khalid Ahmad Syantut dalam bukunya “Melejitkan Potensi Moral dan Spritual Anak”.Isi singkatnya seperti ini:

Saya masih ingat bahwa saya sudah hapal beberapa doa berikut semenjak masih kecil.

“Ya Allah, mudahkanlah urusanku dan berikanlah kemudahan setelah datang kesulitan”
“Ya Allah, kuatkanlah kakiku dan kaki kedua orang tuaku untuk berjalan di atas shirathal Mustaqim”

Demikaian sebagian doa yang telah saya hapal pada usia balita hingga kini. Seluruhnya terpatri dalam diri dan terpahat dalam jiwa. Uniknya, doa –doa tersebut tidak saya hapal tanpa ada seorangpun yang mendiktekan pada saya termasuk ibu saya. hanya saja, saya selalu mendengar ibunda tercinta mengulang-ulang setiap kali berdoa. Itulah kata-kata yang saya dengar sejak saya mulai mendengar dan kemudian masuk dalam ingatan saya…

Masyaallah, anak adalah cerminan orangtuanya karena anak akan meniru segala tindakan dan perkataan orang tuanya. Dan ingatlah selalu kata pepatah “Buah tidak akan jatuh, jauh dari pohonnya”.


Jatinangor 2012
Selalu menjadi pembelajar untuk menjadi bunda anak-anak peradaban…

Every Child is Special part 2 ( Bahasa Cinta, Penuh makna)

Perjalanan hari ini cukup panjang, dari muter-muter di UPI, diteruskan ke LE dan berakhir di taman surga (loh dah meninggal dong hahaha… maksudnya d panti asuhan entah mengapa bila dari sana saya terinspirasi buat nulis). Di sana saya sering merasakan jatuh cinta saat melihat senyum, tawa, celotehan kecil, dan gengaman bayi mungil. Saya merasa panti adalah salah satu sekolah untuk saya, sekolah jadi bunda. belajar gendong bayi, melatih insting buat membedakan bayi itu ngantuk, laper, atau buang air, dan belajar bersyukur. Ternyata jadi bunda itu ga mudah ya… terkadang saya udah seperti orang autis membuat anak tertawa, apalagi kalau anak yang nangis terus maunya digendong pas digendong dia ga tidur2 huwaahhh…. Tangan pegel juga kalau harus gendong lebih dari 30 menit (lebay ya..). Apalagi kalau dah jadi bunda, harus bangun tengah malam, anak bangun 2 jam sekali, harus ganti pempes, ditambah lagi kalau anaknya kembar. Ternyata berat juga,,, Jadi inget mama deh. Mama terima kasih atas semuanya.

Kalau baca-baca dari teori-teori yang ada kayaknya mudah. Pas menjalani,, ehmm perlu banyak pembelajaran didalamnya (dengar baby dunstan language)… Baby Dunstan Language suatu metode yang menterjemahkan bahasa bayi, penelitian ini dilakukan dengan merekam suara dari 1000 bayi yang berasal dari ras, suku dan negara manapun. Hasilnya, terdapat lima kata yang terkenal oleh bahasa bayi untuk berkomunikasi dengan orang dewasa.

Neh ( Lapar)
Kata ini agak mirip dengan “heh” dan “eh”. Bunda harus lebih serius mendengarnya. Ini adalah sinyal lapar. Saat bayi mengucapkan kata ini dan tak ada yang meresponnya, maka bayi akan menangis keras-keras. (oya, saya pernah mendengar langsung kata-kata ini pada sepupu saya yang berusia 8 bulan, suaranya jelas sekali… pertama saya mendengarnya sangat senang apalagi pas diberi makan dia sangat lahap ^_^)

Owh (Mengantuk)
Kata ini lebih mudah didengar dan dimengerti karena saat bayi mngucapkannya, mulut berbentuk bundar atau O. Ini adalah tanda bahwa bayi sedang mengantuk.

Heh (tak nyaman)
Bayi yang mengucapkan kata ini memiliki mimik yang berbeda dengan ucapan “neh”. Ini tanda bahwa ia sedang dalam posisi tidak nyaman. Jadi, Bunda harus buru-buru membuatnya nyaman. Bila tidak,sang bayi akan menangis

Eir (Suara gas dari bagian bawah)
Suara terdengar mirip dengan orang yang bergumamatau grrrhhh”. Bila bayi mengucapkan ini segeralah memperbaiki posisinya.

Eh (berSendawa)
Ucapan ini biasanya terdengar bila ia selesai minum ASI atau perutnya sedang kosong. Semacam sinyal bayi masuk angin. (saya beberapa kali mendengar ini pada bayi-bayi di panti)

Dengan pemahaman sejumlah kata-kata yang biasa diucapkan saya bayi, maka Bunda segera menentukan langkah apa yang harus diambil. Jangan membuat bayi terlalu lama menangis, karena saat menangis bayi mengeluarkan hormon kortison yang berasal dari respon stres yang ia rasakan. Hormon kortison yang berlebihan akan menganggu pembentukan sinanps diantara sel-sel saraf. Bila stres berlebihan, dalam jangka waktu yang panjang akan menganggu pertumbuhan dan perkembangan faktor mental dan intelektual (kecerdasan) dari bayi.

Begitulah, bayi adalah mahluk yang unik…  berikut adalah 5 cara mudah berkomunikasi dengan bayi. Walaupun tidak mudah, namun itu dapat dipelajari :

1.    Bayi mungil senang bila orang dewasa berbicara sangat dekat kepadanya. Karena mata mereka belum bisa berfokus terlalu jauh. Sementara, pada bayi yang lebih besar akan ada manfaat dari melihat orangtuanya berbicara pada mereka dan memperhatikan mulut yang bergerak.
2.   Bayi suka bila wajah si pembicara menunjukan ekspresi dan semakin kita banyak tersenyum, bayi akan semakin senang.
3.   Bayi tampaknya lebih menyukai suara pembicaraan bernada lebih tinggi dan disengaja. Seperti baby talk yang sudah lazim-gaya bicara ini dilakukan banyak orang secara naluriah ssat mereka berbicara pada bayi langsung.
4.    Begitu bayi sudah mengucapkan suara-suara, Bunda bisa menirunya dan lihatlah apakah ia akan melakukan hal yang sama. Ini membuat bayi berlatih membuat suara dan menunjukan padanya bagaimana cara ercakap-cakap.
5.      Berbicaralah lantang kepada bayi mengenai apa yang sedang bunda lakukan juga merupakan cara baik untuk mengajarinya berbahasa. Pada usia sekitar 9 bulan, ia akan juga senang melihat-lihat buku-buku sederhana sementara bunda menceritakan gambar-gambarnya.


Jatinangor, 2012
Memahamimu, mempelajari bahasa cintamu