Kamis, 06 Desember 2012

Kuku...... Kuukuuuu.....


Wih kuku abis mandi ganteng deh.... sukkaaa.... setelah 4 hari dia ga dibersihin, akhirnya hari ini si kuku kembali ganteng... maaf ya cinta... biasanya kuku di mandiin 2 hari sekali... ehmmm... walaupun kuku ga bisa ngomong tapi dia tetap lucu... dan dia tau loh klau kita sayang ma dia... coba tatap matanya, coba lihat geraknya... berinteraksi dengan hewan membuat kita lebih peka... ahhh suatu saat rumahku nanti... mau melihara ayam, ikan, kucing, kelinci, burung, kura-kura, musang, hamster dll... lah tuh rumah atau kebun binatang... hahaha suka binatang.... pengen ular juga (hahaha kan ular lucu tuh kulitnya warna-warni tapi serem juga sih hehe)... semoga bisa aamin....

 
1.Kuku sedang beraksi.... cakep kan... hahaha :D
2. oya... ini rumah kuku.. ember pink yang cute....

Tapi kuku lagi sedih, cz dia masih jomblo belum punya istri... nanti deh proses cari istri buat kuku... biar kuku ga kesepian lagi.. ya jelas nanti rumah kuku jadi gede deh... kan dah bedua ga sendiri lagi... sayang kuku ^^

Selasa, 04 Desember 2012

Efek Sedatif



Seperti layaknya perempuan menikah lainnya, saya menjalani banyak peran sekaligus dalam hidup. Sebagai hamba Allah, sebagai istri, sebagai ibu, sebagai anak, sebagai mitra dari relasi-relasi bisnis saya, sebagai pembina dari adik-adik pengajian saya, sebagai pemegang amanah dakwah dan tentunya sebagai tetangga dalam kehidupan sosial saya.

Hal itu bukanlah sesuatu yang fantastis, masih banyak wanita lain yang memiliki tanggung jawab yang lebih besar dari saya. dan tentunya aktivitas yang lebih padat dari saya.

Jujur, menjalankan banyak peran dalam hidup bukan hal yang mudah. 24 jam dalam sehari harus saya bagi dengan adil untuk semua peran saya. Dan bagaimana sampai hari ini saya bisa tetap kuat menjalani semua peran yang melelahkan itu?
Jawabannya adalah karena ada suami yang selalu menguatkan saya. jika tanpa perantara beliau yang dititipkan Allah untuk saya, maka mungkin impian hidup saya akan semakin terkikis dengan rutinitas fana.

Hati saya selalu sejuk jika mendengar nasihatnya ketika hati, pikiran dan raga ini mulai lelah dengan berbagai dinamika kehidupan.

Misalnya dengan beberapa dialog kecil saya dengannya berbagai kesempatan:
“Abi, sepertinya saya tak punya banyak waktu untuk menulis lagi. Buku yang hampir rampung pun, belum ummi sentuh lagi sejak lama, karena banyak sekali urusan. Susah sekali mencari waktu luang. Ujarku dengan nada pesimis.

Suamiku berkata, “ Ummi, tahukah, seorang yang punya impian besar itu tak pernah bicara, ‘bagaimana mencari waktu luang’, karena yang selalu ia pikirkan adalah, bagaimana meluangkan waktu untuk menjalankan semua peran dan kewajibannya. Maka bukan bab hidup mengalir saja lagi yang dijalani orang bermimpi besar, tapi mengalirkan hidup sesuai rencana yang telah dirancang dengan manajemen waktu yang sudah ditata sebaik-baiknya.

Ayolah ummi pasti bisa. Jika yang bisa ummi lakukan adalah mencerahkan orang lain lewat tulisan, maka terus lakukan, karena ketika memutuskan untuk berhenti, maka hilanglah satu kesempatan amal baik kita untuk banyak orang. Hiduplah tak hanya untuk diri sendiri, tapi untuk orang banyak. Seperti yang dikatakan Sayyid Qutub, “Orang yang hidup hanya untuk diri sendiri akan mati sebagai orang kerdil, sedang orang yang hidup untuk orang banyak akan mati sebagai orang besar!”

Nyess… sejuklah hati saya mendengarnya. Maka sejak itu, saya selalu bertekad memanage waktu dengan baik, meskipun urusan anak, dapur, sumur, dan sebagainya menjadi rutinitas yang terkadang melelahkan ketika beriringan dengan agenda mengisi seminar atau kajian, bertemu relasi bisnis, merampungkan buku yang tak kunjung selesai, arisan sebagai sarana sosial, dan pengajian-pengajian yang harus saya ikuti.

Kali lain, saya pernah bersedih karena bisnis saya mengalami ujian cukup berat, hingga sedikit melenceng dari plan bisnis yang telah kami buat, maka dengan kelembutan suami saya memotivasi.

“Ummi, pebisnis besar itu adalah seseorang yang selalu siap menghadapi gelombang. Jika ia menargetkan untuk sukses di tahun ke -10 bisnisnya, maka ia siap jika mendapatkan hantaman pada TAHUN pertama. Namun jika seseorang menargetkan untuk sukses di tahun pertama, maka ia harus siap dihantam oleh berbagai ujian dab kesulitan di BULAN pertama!

Jangan sedih, karena seperti halnya Rosul dan Khadijah, para pebisnis tangguh, mereka menghadapi kesuliyan dalam berbisnis dengan senyuman, karena disitulah berkahnya.

Subhanallah…. Lerai sudah beban yang menghimpit hati saya saat itu. hingga semangat saya makin besar untuk membesarkan bisnis ini. Tak ada hal apapun yang bisa melemahkan saya mencapai kesuksesan. Alhamdulilah, energi positif yang ditularkan suami untuk saya membawa perubahan yang sangat besar bagi kemajuan bisnis saya. nikmat mana lagi yang harus saya dustakan, memiliki suami yang memiliki impian besar!

Kali lain, saya pernah kesal, karena berbagai masalah hadir dalam waktu yang bersamaan dalam satu hari. Bayangkan, saya harus memulai hari, di pagi hari dengan keadaan: asisten rumah tangga bolos kerja tanpa kabar, karyawan ada yang bermasalah membutuhkan saya turun tangan langsung saat itu, dan deadline saya untuk menyiapkan materi untuk mengisi seminar di siang harinya. Pusing bukan kepalang saat itu, karena jika biasanya saya menyelesaikan pekerjaan dengan mudah karena dibantu asisten rumah tangga, maka saat itu harus melakukan semua sendiri. Belum lagi karyawan yang bermasalah menyita pikiran saya saat itu.

Dengan penuh kesabaran suami suami saya memberikan efek sedatif dengan nasehatnya:
“Ummi, orang yang memiliki impian besar tak kan kalah dengan urusan yang remeh temeh. Ia tak kan menyediakan ruang hatinya untuk diisi beban hidup yang memberati langkahnya. Terlalu besar impiannya untuk sekedar memikirkan perbuatan buruk orang lain kepadanya, terlalu besar impiannya untuk mempersilahkan hatinya memiliki rasa kesal dan dendam terhadap orang lain yang mendzolimi. Karena itu akan memperlambat langkahnya menuju impian besarnya.

Analoginya seperti sang pendaki gunung, jika ia mampu melepas beban-beban yang memberati punggung dari ranselnya, maka ia akan lebih mudah mencapai puncak gunung. Begitupun kita jika kita mau melepaskan berjuta beban yang membebani pikiran kita, coba mengikhlaskan segala sesuatu yang dilakukan orang pada kita, maka hidup ini akan lebih ringan”.

Duh , lagi-lagi saya malu dengan kekerdilan diri saya. betapa sempit dunia yang tak mendengar petuah sebijak ini…
Terima kasih cinta. Begitulah suamiku. Sosok yang selalu dapat menjadi efek sedatif yang menenangkan bak cokelat bagi saya. selain itu, beliau selalu menyediakan waktu terbaiknya untuk saya dan untuk buah hati kami. Sibuknya agenda pekerjaan dan dakwahnya tak ‘kan mengurangi kuantitas dan kualitas kebersamaan kami.
-Melly Raharjo, Ajari Anakmu Cinta-

Ehmmm, mupeng deh punya suami kayak teh melly (Loh.. *plak*maksudnya karakternya gitu….).. Cinta itu membangun seseorang yang dicintainya menjadi lebih baik, cinta itu memotivasi orang yang dicintainya untuk mengejar impiannya, meluruskan saat ia bengkok, dan tak pernah ingin membuat yang tercinta terus dalam kelenaan dunia tapi mengingatkan akan abadinya akherat… jadi ingat cerita cinta abadi dua anak manusia yang di rindukan surga, Muhammad saw dan Khadijah ra… Saya katakan bahwa laki-laki hebat akan berdampingan dengan perempuan hebat pula. Betapa Ummul Mukminin Khadijah bisa menjadi Katalisator bagi seorang Muhammad, tak bisa dibayangkan bila disamping Rasulullah adalah perempuan yang hanya bisa mengecilkannya. Tapi tidak Allah mendampingkannya dengan Khadijah seorang perempuan yang gigih, berpikir positif, serta bisa memberikan jalan solusi saat hati suaminya gundah.

Sikap Mulia Khadijah ra, ini dikomentari oleh Aisyah Abdurrahman seperti berikut,”Adakah seorang perempuan, selain Khadijah, yang sanggup memberikan suasan yang sangat kondusif bagi Rasulullah saw. Untuk melakukan renungan yang panjang, dan sanggup mengorbankan apa yang dimilikinya (dengan bentuk pengorbanan tingkat tinggi). Sehingga beliau benar-benar siap untuk menerima risalah dari langit?

Adakan seorang istri, selain Khadijah, yang dapat menyambut dakwah monumental yang dibawa oleh Rasulullah saw dari gua hira seperti yang ditunjukan oleh Khadijah? Yakni, menyambutnya dengan penuh kelembutan, kasih sayang, dan keimanan yang mendalam. Ia sama sekali tidak menodai keyakinan atas kejujuran Muhammad dan tidak pula meninggalkan keyakinan bahwa Allah tidak mungkin akan mencelakainya.

Adakah Seorang perempuan terpandang, kaya raya, hidup mewah, dan senang, selain Khadijah, yang sanggup kehilangan segalanya yang selama ini ia rasakan, seperti kenyamanan, kemewahan, dan kenikmatan, karena lebih memilih untuk tetap mendampingi suaminya dalam menjalani masa-masa yang sangat sulit, tetap mendukungnya saat menerima berbagai macam penderitaan dan intimidasi, demi mempertahankan yang ia yakini sebagai kebenaran?

Tidak mungkin. Hanya Khadijah yang mampu melakukannya, karena dialah perempuan yang ditetapkan oleh Allah untuk mendampingi kehidupan orang yang dipilih olehNya sebagai nabi. Dialah orang pertama yang memeluk islam dan Allah menjadikannya sebagai sumber perlindungan, ketenangan dan dukungan bagi Rasulullah saw.

Masya Allah, harus banyak belajar dari sosok Ummul mukminin Khadijah, yang bisa menjadi perempuan mulia yang mendukung segala perjuangan suaminya, membenarkan perkataannya dan menjadi penenang bagi hati yang gundah.. Suatu ketika saat pertama kali Rasulullah mendapatkan Risalah, Beliau sangat ketakutan lalu meminta diselimuti oleh Khadijah… Setelah tenang Rasulullah berkata pada Khadijah, “Wahai Khadijah, apa sebenarnya yang terjadi denganku?” Beliau menceritakan peristiwa di Gua Hira.’Beliau menutupnya dengan mengatakan “Aku sangat Takut.”

Mendengar semua itu, Khadijah ra. Berkata dengan tenang, “Jangan khawatir. Berbahagialah, sesungguhnya, Allah tidak mungkin akan menghinakanmu dengan kejadian itu. selama ini, engkau selalu menyambung silahturami, jujur dalam berbicara, meringankan beban orang yang susah, membantu orang yang lemah, menghormati tamu, dan mendukung setiap hal yang mengandung kebenaran.” Lalu Khadijah mengajak Rasulullah menemui Waraqah bin Nafal.

Saya yakini, bahwa perempuan baik hanya untuk laki-laki yang baik pula, laki-laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik pula. Masih ingat perkataan Guru ngaji saya.. “ Akhwat, bila suatu saat datang ke kalian seorang ikhwan yang ingin melamar. terus dia tidak bisa menjelaskan mimpi-mimpinya, dia tidak memiliki mimpi yang besar, jiwa yang besar dan dia tidak tau mau membawa rumah tangga kalian seperti apa? Berpikirlah 1000 kali menjadikan ia Qawwam dalam hidup kalian. Karena, jika orang yang kita cintai tak menjadikan kita lebih besar, lebih bermakna, lebih berkembang dalam hidup, maka cinta itu bukanlah yang terindah buat kita!”. Ahhh, saya yang tersenyum dan berkata dalam hati,”Terus perbaiki diri saja, bukan karena menginginkan pasangan yang baik karena itu hanya bentuk efek tapi hanya Allah, supaya Allah mencintai saya… dan saya yakini perempuan peradaban akan berdampingan dengan lelaki peradaban…”.

Skenario Kematian



“Ya Rabb, aku sedang memikirkan posisiku kelak di akherat.Mungkinkah aku berdampingan dengan Khadijah ummul mukminin? Atau Aisyah yang hafal 3500 hadist, atau Ummu Sulaim yang sabar, atau Asma yang pandai menyiapkan kendaraan perang suami dan menyemangati puteranya untuk berjihad… Ya Rabb, tolong beri kekuatan agar bisa berbincang dengan mereka kelak di taman firdaus” –Almarhumah ustadazah Yoyoh Yusroh-

“Innalillahi wa innna ilaihi raji’un”. Kata yang keluar saat kita kehilangan sesuatu, termasuk kematian… Dan saya yakin kematian adalah suatu kepastian dan pasti akan terjadi… karena pada hakekatnya dunia ini hanya sebuah permainan dan kampung akherat adalah tempat tinggal kita yang kekal…. Namun terkadang kita lupa, seakan dunia ini akan selamanya, kita sering lupa mempersiapkan kematian itu, padahal kita diperlihatkan daun-daun yang berguguran, berita tentang kematian, dan tinggal menunggu giliran kita, karena malaikat izroil tidak pernah akan salah mengambil ruh seseorang … Ya Allah, seperti apa hamba akan diambil, dimana, dan bagaimana… Bila mengingat dosa yang menumpuk rasanya hamba tak sanggup pulang,,, tapi hamba yakin bahwa rahmatMu sangat luas… ehmmm saya harap masih tetap diberi kekuatan untuk tetap istiqomah sampai akhir…

Bulan-bulan terakhir sering mendengar orang meninggal… dari yang muda ampe yang tua…. Mendengar kematian ukhti di Undip, semoga meninggalnya adalah bentuk kesyahidan karena sedang menutut ilmu Allah, mendengar kematian seorang anak kecil yang tertabrak truck saat sedang bermain, mendengar kematian seorang keponakan teman yang meninggal di dalam bus yang sepertinya karena keracunan, ingat kematian atok hasan karena sakitnya, tentang kematian saudara muslim yang syahid di Palestina sana, cerita tentang kematian yang tak menyusahkan, dan banyak model menjelang kematian yang khusunul khotimah ampe su’ul khotimah… Allah, bagaimana posisi saya nanti? Dan seperti apa saya akan diambil? Semoga sebaik-baiknya kematian… Karena kematian itu menyakitkan bahkan Rosulullah merasakan sakit yang luar biasa saat ruh itu dicabut dari jiwanya, bahkan Bunda Mariyam atas izin Allah dapat bercerita pada Nabi Isa as, bahwa sampai kuburpun masih merasakan sakitnya kematian… Bagaimana dengan saya? yang penuh linangan dosa…. ? hanya Allah saja….

“Sudahkah sampai kepadamu berita tentang (hari kiamat)? Pada hari itu banyak wajah yang tertunduk hina, (karena) bekerja keras lagi kepayahan, Mereka memasuki api yang sangat panas(neraka), diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas, tidak ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukan dan tidak menghilangkan lapar, pada hari itu banyak (pula) wajah yang berser-seri, merasa senang karena usahanya (sendiri), (mereka) dalam surga yang tinggi, di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tak berguna, Di sana ada mata air yang mengalir. Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang tersedia (didekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.” ( QS Al-Gasyiyah,1-16)

Bismillah dulu ya Nak…



Dengan nama Allah… kapan saat yang terbaik untuk mengatakan ini? Pasti dong disetiap perbuatan baik harus dimulai bismillah,,, Bagaimana kita menanamkan kebiasaan ini kepada buah hati kita? Dimulai dari diri kita, karena orang tua adalah model terbaik untuk anaknya… kegiatan yang dimulai dengan bismillah….

Sebelum makan
Nabi Muhammad saw berkata,”Ucapkanlah Bismillah, makanlah dengan tangan kanan dan habiskan apa yang ada didepanmu. (Sahih Bukhari dan Muslim)

Ketika Minum
Rasulallah berkata,”Jangan minum dalam satu tegukan seperti unta, tetapi dalam dua atau tiga (tegukan). Sebutlah nama Allah ketika engkau mulai minum dan pujilah Dia setelah engkau selesai.”(Fathul Bari, At-Tirmizi)

Masuk Rumah
Rasulullah saw bersabda,”Jika seseorang menyebutkan nama Allah saat memasuki rumah atau makan, syaitan akan berseru pada pengikutnya: Kalian tidak akan menemukan tempat untuk bermalam maupun makan. “Tapi bila seseorang masuk tanpa menyebut nama Allah, Syaitan akan berkata pada para pengikutnya:”Kalian telah menemukan tempat untuk bermalam, dan jika seseorang tidak menyebut nama Allah pada saat makan, Syaitan berkata: Kalian telah menemukan tempat untuk menghabiskan malam lengkap dengan makannya.” (Sahih Muslim)

Meninggalkan Rumah
Rasulullah berkata,”Jika salah seorang dari kalian meninggalkan rumah dengan mengatakan ‘Dengan nama Allah, aku percaya Allah, tidak ada kekuasaan dan kekuatan kecuali Allah,’kebutuhanmu akan terpenuhi, engkau akan diselamatkan dari kesulitan-kesulitan dan penderitaa. Syaitan, ketika mendengar kata-kata ini, akan meninggalkanmu.” (At-Tirmizi)

Mempermalukan Syaitan
Tanamkan kesadaran pada diri anak bahwa musuhnya yang utama adalah syaitan dan dia harus selalu meminta perlindungan Allah Ta’ala dari gangguan mahluk terlaknat itu. Ajarkan kepada anak bahwa cara untuk menghina dan mempermalukan syaitan adalah dengan selalu mengucapkan Bismillah dalam berbagai aktivitasnya.
Salah seorang sahabat Nabi, Abul Malih berkata, “Aku sedang naik unta di belakang Nabi, kemudian aku berkata,’Binasalah kau, Syaitan!’ Rasulullah saw berkata,”Jangan berkata begitu.Syaitan akan membengkak sedemikian rupa sehingga ia akan menjadi sebesar rumah, dan berkata: itu terjadi karena kekuatanku’. Tetapi ucapkanlah Bismilah, maka ia akan mengkerut begitu kecil sehingga ia akan menciut seperti lalat.”(An-Nasai, Ahmad dan Abu Dawud).
Rasulullah juga mengucapkan Bismillah atau menyarankan kita untuk mengucapkan pada kesempatan lain, seperti ketika merasa sakit, sebelum wudhu, ketika malam telah tiba, menuliskan bismillah dalam surat-surat kita, ketika meletakkan mayat dalam kuburan, ketika menyembelih binatang, dan ketika berperang dijalan Allah karenaNya.

Yuk kita mulai dari diri kita sendiri… biasa karena terbiasa….Ahhh, cinta... bunda harus banyak belajar agar bisa menjadi yang terbaik bagimu.. :')

Minggu, 02 Desember 2012

Saya hanya mau bilang?
Bisa , batas akhir 11 Januari 2013...
Allah mudahkan..... Kalau rejeki ga akan lari kemana...
Bergerak marina.. Bergerak.... :'|