“Ya Rabb, aku sedang
memikirkan posisiku kelak di akherat.Mungkinkah aku berdampingan dengan
Khadijah ummul mukminin? Atau Aisyah yang hafal 3500 hadist, atau Ummu Sulaim
yang sabar, atau Asma yang pandai menyiapkan kendaraan perang suami dan
menyemangati puteranya untuk berjihad… Ya Rabb, tolong beri kekuatan agar bisa
berbincang dengan mereka kelak di taman firdaus” –Almarhumah ustadazah
Yoyoh Yusroh-
“Innalillahi wa innna ilaihi raji’un”. Kata yang keluar saat
kita kehilangan sesuatu, termasuk kematian… Dan saya yakin kematian adalah
suatu kepastian dan pasti akan terjadi… karena pada hakekatnya dunia ini hanya
sebuah permainan dan kampung akherat adalah tempat tinggal kita yang kekal….
Namun terkadang kita lupa, seakan dunia ini akan selamanya, kita sering lupa
mempersiapkan kematian itu, padahal kita diperlihatkan daun-daun yang
berguguran, berita tentang kematian, dan tinggal menunggu giliran kita, karena
malaikat izroil tidak pernah akan salah mengambil ruh seseorang … Ya Allah,
seperti apa hamba akan diambil, dimana, dan bagaimana… Bila mengingat dosa yang
menumpuk rasanya hamba tak sanggup pulang,,, tapi hamba yakin bahwa rahmatMu
sangat luas… ehmmm saya harap masih tetap diberi kekuatan untuk tetap istiqomah
sampai akhir…
Bulan-bulan terakhir sering mendengar orang meninggal… dari
yang muda ampe yang tua…. Mendengar kematian ukhti di Undip, semoga
meninggalnya adalah bentuk kesyahidan karena sedang menutut ilmu Allah,
mendengar kematian seorang anak kecil yang tertabrak truck saat sedang bermain,
mendengar kematian seorang keponakan teman yang meninggal di dalam bus yang
sepertinya karena keracunan, ingat kematian atok hasan karena sakitnya, tentang
kematian saudara muslim yang syahid di Palestina sana, cerita tentang kematian
yang tak menyusahkan, dan banyak model menjelang kematian yang khusunul
khotimah ampe su’ul khotimah… Allah, bagaimana posisi saya nanti? Dan seperti
apa saya akan diambil? Semoga sebaik-baiknya kematian… Karena kematian itu
menyakitkan bahkan Rosulullah merasakan sakit yang luar biasa saat ruh itu
dicabut dari jiwanya, bahkan Bunda Mariyam atas izin Allah dapat bercerita pada
Nabi Isa as, bahwa sampai kuburpun masih merasakan sakitnya kematian… Bagaimana
dengan saya? yang penuh linangan dosa…. ? hanya Allah saja….
“Sudahkah sampai
kepadamu berita tentang (hari kiamat)? Pada hari itu banyak wajah yang
tertunduk hina, (karena) bekerja keras lagi kepayahan, Mereka memasuki api yang
sangat panas(neraka), diberi minum dari sumber mata air yang sangat panas, tidak
ada makanan bagi mereka selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukan
dan tidak menghilangkan lapar, pada hari itu banyak (pula) wajah yang
berser-seri, merasa senang karena usahanya (sendiri), (mereka) dalam surga yang
tinggi, di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tak berguna, Di sana ada
mata air yang mengalir. Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan, dan
gelas-gelas yang tersedia (didekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang
tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.” ( QS Al-Gasyiyah,1-16)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar