Selasa, 09 April 2013

Main Hujan Yuk ?

Alya gadis kecil berusia 2 tahun, diam-diam keluar dari rumahnya dengan bahagia dia meloncat-loncat dihalaman rumah bermain dibawah hujan yang sedari tadi membasahi bumi. mungkin dalam hatinya berguma "akhirnya aku bisa menikmati suasana ini, yang beberapa saat lalu hanya bisa kulihat dari balik jendela." Tak beberapa lama kemudian ibunya pun datang dan berkata "alya sini jangan main air hujan nak.. nanti kamu sakit...". dengan berat hati alya meninggalkan kenikmat hujan tersebut karena sang ibu telah mengendong tubuh kecilnya untuk masuk ke rumah.

Ehmmm, mungkin waktu kecil pun kita pernah diposisi Alya. tak diizinkan main hujan-hujanan karena bisa sakit, flu, demam dst.Padahal bermain hujan itu menyenangkan.. Bagaimana dengan anak-anak kita? diizinkan mereka bermain hujan-hujanan?

Sebelumnya dengarkan kisah Anas bin Malik radhiallahu anhu berikut ini :
Anas berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam kehujanan. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyingkap pakaiannya agar terkena air hujan. Kami bertanya: Ya Rasulullah, mengapa kau lakukan ini?
Beliau menjawab, “Karena ia baru saja datang dari Tuhannya ta’ala.” (HR. Muslim)

An Nawawi menjelaskan hadits ini,
“Maknanya bahwa hujan adalah rahmat, ia baru saja diciptakan Allah ta’ala. Maka kita ambil keberkahannya. Hadits ini juga menjadi dalil bagi pernyataan sahabat-sahabat kami bahwa dianjurkan saat hujan pertama untuk menyingkap –yang bukan aurat-, agar terkena hujan.” (Al Minhaj)

Ibnu Rajab dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para sahabat Nabi pun sengaja hujan-hujanan seperti Utsman bin Affan. Demikian juga Abdullah bin Abbas, jika hujan turun dia berkata: Wahai Ikrimah keluarkan pelana, keluarkan ini, keluarkan itu agar terkena hujan. Ibnu Rajab juga menyebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib jika sedang hujan, keluar untuk hujan-hujanan. Jika hujan mengenai kepalanya yang gundul itu, dia mengusapkan ke seluruh kepala, wajah dan badan kemudian berkata: Keberkahan turun dari langit yang belum tersentuh tangan juga bejana.

Abul Abbas Al Qurthubi juga menjelaskan,
“Ini yang dilakukan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam untuk mencari keberkahan dengan hujan dan mencari obat. Karena Allah ta’ala telah menamainya rahmat, diberkahi, suci, sebab kehidupan dan menjauhkan dari hukuman. Diambil dari hadits: penghormatan terhadap hujan dan tidak boleh merendahkannya.” (Al Mufhim)

Bahkan para ulama; Al Bukhari dalam Shahihnya dan Al Adab Al Mufrod, Muslim dalam Shahihnya, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnafnya, Ibnu Hibban dalam shahihnya, Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubro. Semuanya menuliskan bab khusus dalam kitab-kitab hadits mereka tentang anjuran hujan-hujanan.

Jadi?
Apa masih ada yang sangsi?
Bahwa hujan-hujanan dianjurkan...

Mengapa kita menuduh hujan yang berkah sebagai sumber malapetaka??

Kita sebagai orangtua tentu bisa mengamati kebugaran anak kita hari itu. Saat hujan turun. Kalau mereka tidak terlalu bugar kita bisa melarangnya. Tetapi kalau mereka sedang sehat dan bugar, mengapa kita larang. Tak usah khawatir. Hujan adalah keberkahan. Adalah kesucian. Hujan adalah pengirim ketenangan. Hujan bahkan penghilang kotornya gangguan syetan. 

Selesai hujan-hujanan, silakan disuruh mandi, mengguyur kepalanya, minum madu, habbatus sauda’ dan lainnya. Agar kekhawatiran itu pergi. Dan keberkahan lah yang telah mengguyur kepala dan sekujur badan mereka. 

( Nak, nanti main hujan-hujanan ya sama bunda...sambil berdoa yang banyak... karena hujan adalah waktu yang baik, dimana doa-doa diijabah... :') )

Inspirasi Tulisan : 
http://parentingnabawiyah.com/index.php/artikel--keluarga/keluarga--parenting-nabawiyah/anak-parenting/168-ayo-hujan-hujanan

Senin, 08 April 2013

Happy Milad mama ^^

Kau mencintaiku seperti bunga mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah menebar aroma bahagia
Tak pernah lelah meneduhkan gelisah nyala
Kau mencintaiku seperti matahari mencintai titah Tuhannya
Tak pernah lelah membagi cerah cahaya
Tak pernah lelah menghangatkan jiwa
(Ayyatul Husna,dalam Ketika Cinta Bertasbih)

Happy milad mamaku yang ke 48, mama selalu dihati ayuk.. Semoga usia mama berkah, Rumah tangga mama dan Ayah sakinah ma wadda wa rahmah, mama selalu diberi kesehatan, keluarga kite deket terus sama Allah dan nanti dikehidupan abadi, smoga Allah mengumpulkan kite di surga e... aamiin..Ayuk, sayang mama selalu karna Allah.. Selalu...

Usia aku dan mama terpaut 24 tahun, tak begitu jauh.. mama menjelma menjadi ibu yang penuh cinta dan kasih sayang bahkan saat aku sakit sosok dan masakan mama yang aku rindukan. Dulu saat aku sd kalau aku demam, aku selalu minta mama memasakanku sayur bening bayam entah mengapa setelah makan sayur tersebut aku berkeringat dan tubuhku jauh lebih segar. mama selalu menasehatiku ini dan itu, mama yang selalu mengajariku ini dan itu.. mama... terkadang mama bisa menjelma menjadi sahabat terbaik padanya aku bisa bercerita banyak hal, bahkan kami sering tuker-tukeran baju secara ukuran baju mama sama dengan ku dan selera style mama tak berbeda jauh... mama... mama bisa menjadi apapun untukku... :')

Melihat usia mama yang segitu, aku jadi inget umurku sendiri.. ehmmm.. tahun ini usiaku menginjak angka yang ke 24... ya 24.. tanpa sadar aku telah dipanggil tante oleh anak teman-temanku, bahkan sebentar lagi aku akan dipanggil mak wo oleh anak adik sepupuku, temanku sudah dipanggil ibu dan aku ya masih seperti ini masih berkutat pada dunia skripsiku.. ahhhh... semoga 2 bulan ini adalah bulan terakhir dan aku bisa bersiap melangkah pada tangga berikutnya...

Kapan ya bisa ngasih mama cucu? ahhh, mama cinta anak-anak seperti aku mencintai anak-anak.. Ya, semoga tak lama lagi... loh,, kok dah cucu aza kan menantu aza mama belom punya,,, ahhhh... kapan ya aku bertemu dengan dia? belahan jiwaku, ayah anak-anaku, patner dunia akheratku? guru peradabanku? Siapakah dia? Hanya Allah yang tau dan semua episode hidupku telah tertulis rapi di Lauh Mahfuz bahkan sebelum aku lahir ke dunia...  Sekarang, episode menata diri... ^_^

Rabu, 03 April 2013

INKUBATOR BAYI Idenya dari Kandang Ayam


Dulu banyak bayi prematur yang harus menemui ajal karena kesulitan untuk mendapat perawatan medis. Hingga pada 1860, dokter kandungan asal Prancis, Stephane Tarnier mendapat ide untuk membuat inkubator bayi setelah terilham oleh inkubator untuk menetaskan telur di perternakan ayam.

Dia lalu meminta Odile Martin, Direktur Kebun Binatang Paris, untuk dibuatkan inkubator. Bentuk awalnya mirip open panggang dari besi yang diaplikasi pertama kali di RS Maternity, Paris, pada 1881. Dr. Alexander Lion kemudian mengembangkannya. Material besi diganti kaca serta memakai sistem pemanas otomatis.

Lion memajang inkubator buatannya di jalan kota Perancis sebagai suatu pertunjukan The Amazing Mechanized Mom. Orangtua boleh menaruh bayi prematur mereka ke dalam inkubator setelah membayar harga yang disepakati. Sungguh pemandangan yang aneh bagi masyarakat kala itu. ternyata kelangsung hidup bayi prematur yang dimasukan ke inkubator naik 72 persen.

Doktor asal Jerman, Dr. Martin Couney, murid Stephane Tarnier mendapat inspirasi dari Lion dan melakukan hal yang sama di Berlin dengan membuat sebuah pameran. Acaranya sukses hingga Couney membuat pameran berikutnya di Inggris dan Amerika Serikat (AS).

Pameran pertama di Cowney Island, New York, AS (1903) sempat memicu kontroversi. Masyarakat protes karena pertunjukan yang menampilkan bayi itu tidak manusiawi. Tapi Martin tidak putus asa. Dia tetap melanjutkan dan sukses menarik massa.

Sekarang, inkubator menjadi alat penting dalam medis dan biasa kita lihat saat melewati ruangan bayi di rumah sakit.

( Intisari no 606, Maret 2013)

Mendengarkan itu Tidak Mudah


Mendengarkan, mungkin memang tidak mudah. Karena manusia seringkali dihinggapi penyakit tinggi hati, merasa lebih berilmu, lebih berpengalaman lebih terhormat, lebih hebat dan sebagainya. Seringkali dengan ilmu pengetahuan yang tak seberapa, kita lantas merasa lebih pandai dari orang yang sedang berbicara, lalu enggan untuk mendengarkan pembicaraannya. Terkadang dengan kedudukan dan jabatan yang kita sandang kita pun merasa lebih tahu tentang segala persoalan, sehingg tidak butuh masukan dan pendapat orang lain. Atau kadang pula karena usia yang lebih tua, kita merasa lebih pantas untuk didengarkan orang yang lebih muda.

Seorang pemimpin tidak pantas jika hanya terus menerus berbicara dan memerintah, tetapi ia perlu untuk mendengarkan keinginan orang-orang yang dipimpinnya. Sebaliknya, orang-orang yang dipimpin juga tidak boleh hanya terus menerus memprotes dan mengkritik, tetapi ia juga harus menjalankan perintah dan kebijakan yang ditujukan kepada mereka, selagi perintah itu tidak bertentangan dengan ketentuan Allah dan RasulNya.

Orang yang banyak berbicara banyak pula kesalahannya. Begitu kata ahli hikmah. Semakin sering kita berbicara makin sering banyak kesalahan yang terucap. Orang yang memelihara diri dari banyak berbicara dengan memilih diam dan hanya mendengarkan maka akan terselamatkan dari banyak celaan dan kesalahan. Pribadinya akan selamat dari fitnah, menyinggung perasaan orang, dan terhindar dari
perdebatan yang tidak bermanfaat.

Kalau bicara itu perak, dan diam itu emas, maka pendengar yang baik lebih mulia dari dua benda berharga itu. pendengar yang baik adalah pribadi yang dibutuhkan dan disukai oleh semua orang.

(Tarbawi edisi 176, Maret 2008)

Senin, 01 April 2013

Ehmmm...

Bismillah,
Sangat ingin menulis, walau semua berserakan difikiranku, bergemuruh dalam lantunan instrumental yang sedari tadi mendayu-dayukan emosi. Hari ini ku coba memberanikan diri untuk bertemu dengan dosen pembimbing. Dosen pembimbing tercinta, baik sekali tapi entahlah apa yang membuat sekat dikepalaku yang sering membuatku ketakutan sendiri. data yang sudah ada dari bulan febuari itu tersimpan rapih hanya ku otak-atik sekenanya saja... ku ingin menulis bab 4, malah hanya melamun saja depan leptop.. GJ.. mau bimbingan ketakutan sendiri pengennya pas bimbingan semua dah selesai tapi tetap saja belum selesai. ahhhh, harus beranikan diri... wisuda mei seperti menguap seperti hari wisudaku yang kemarin-kemarin yang terus menguap. ehmmm, ku telepon lah pembimbing 1ku kemaren.. ahhh tanggapannya subhanallah menenangkan hatiku, luluhlah airmataku saat selesai berbincang dengannya..."Nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan?" kata itu berkali-kali meluncur dari bibirku.. ahhh... aku ingin lulus... kalau aku tak berbuat ya pasti ga lulus-lulus.. butuh aksi nyata,,,

Ku coba berdamai pada diri, berdamai pada mimpi, berdamai pada keadaan.. aku dengan segala keinginan dan Allah yang miliki jalan dan keputusan yang terbaik untukku.. Semua telah ditakdirkan, semua telah ditetapkan... Aku tau bahwa Allah tak pernah mendzolimiku hanya aku yang mendzolimi diriku sendiri...

Untuk hari-hari kedepan, ku coba ikuti irama kehidupan saja sembari terus melangkahkan kaki pada petunjukNya, sembari terus menancapkan mimpi-mimpiku itu kealam bawah sadarku sampai seluruh bagian tubuhku berreaksi mewujudkan mimpi-mimpi itu.. Allah hamba tau, Kau adalah sutradara terbaik... Allah hamba tau, Kau Maha Kaya,, Maha memiliki rejeki...

Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia mahakuasa atas segala sesuatu. (QS Al.Ana'am:17)