Kamis, 07 Maret 2013

Menantu Idaman



Setiap menghadiri acara akad nikah selalu ada senyum haru yang tercipta, apalagi saat proses Ijab Qabul dimulai wuahhh seperti air mata ingin meluncur saja. Tiba-tiba dalam kesyahduan ada yang menyapa “Risma…” ku arahkan pandanganku pada suara itu, ternyata Uni Mela, ku sapa ia,,, “Uni, kangeennn… pa kabar?” tergurat senyum diwajahnya “alhamdulilah baik, risma gmana? Dah lama ya kita ga ketemu terakhir saat pernikahan Rara di Jakarta.”

Ku jawab “alhamdulilah baik Uni, iya nih dah lama ga ketemu.” Pesta pernikahan seperti ajang reuni dengan sahabat lama karena jarak dan kegiatan yang menemani hari rasanya kalimat perjumpaan itu sulit dilantunkan. Lalu ku tanya ia lagi “ Uni, Uda Faisal sama Si kecil Nabila mana?” ahhh, sepertinya pertanyaanku tadi salah tiba-tiba wajah cerianya mendung dan ia terdiam beberapa saat “ Nabila ga datang risma, dia sama Ayahnya.. risma ga tau ya?” ku jawab “ga tau apa uni?”

Uni Mela menarik nafas yang amat dalam, sepertinya banyak kata yang tersekat di rongga dadanya “ Uni dah pisah dari uda, dan sekarang nabila tinggal bersama uda.” Aku terdiam sejenak tak bisa berkata-kata “ inalilahi, sabar ya Uni.. aku bener-bener ga tau…. Sabar ya Uni..” aku tak bisa berkata-kata lagi, takut menggali luka dihatinya, dengan senyum dan mata berkaca-kaca ia menjawab “ Ga apa-apa sayang, Doakan semoga Uni kuat”.

Ku balas dengan senyuman dan elusan lembut dipundaknya, dalam hati ku berujar “ Uni tegar ya, Allah pasti telah mempersiapkan jalan terbaik buat Uni.”

Setelah meninggalkan riuh bahagianya pesta pernikahan, pikiranku berputar ke memori masa lalu, saat bersama Uni Mela. Melihat ekspresi bahagianya saat mengkabarkan pernikahannya. “ Uni, mau nikah Risma?” saya terkejut, ga ada hujan dan angin tiba-tiba Uni berbicara hal tersebut. “Wah, Barakallah.. kok ga ada kabar si Uni,,, tiba-tiba mau nikah aza?” ia menjawab “seminggu yang lalu, uni dijodohkan sama tante uni dengan seorang pria namanya Fasial dia juga dari Padangi, kalau ga ada halangan Insya Allah bulan depan Uni nikah dengan Uda Faisal.” Saya terkejut “Bulan depan uni? Yakin? Ga terlalu cepat tuh? Uni dah kenal ma dia? Uni balas dengan senyuman, sambil mengelus kepala saya “iya sayang, bulan depan uni nikah. Uni yakin Uda Faisal jodoh uni dan uni yakin tante uni pasti sudah memilihkan yang terbaik buat uni. Nanti kamu harus datang ya.. wajib..” sambil cengegesan saya jawab “ siap Bos”.

Pernikahan yang sederhana, uni cantik sekali dengan balutan pakaian adat khas minang. Kebahagiaan tercipta di awal-awal pernikahan sangat indah. Hingga bulan bersiap berganti tahun dan aku tak bertemu dengan uni. Suatu kali kami bertemu aku sedikit sedih melihat uni, tubuh uni kurus sekali tapi senyum itu tetap ada menemani langkahnya. Lama bercakap akhirnya uni meluapkan segala gelisah, derita, sesak di dadanya selama ini. “ Mela rasanya ga tahan lagi dengan semua ini, apa saja yang dilakukan mela selalu salah”. Ahhh bulir air mata menetes dipipinya. Beberapa hari setelah resepsi pernikahan, Uni mela diboyong ke rumah uda Faisal mereka hidup bertiga dengan Bunda uda faisal. Awal biasa-biasa saja lama-lama ada ketidak cocokan yang tercipta dari kebiasaan kecil bisa menjadi kemarahan bunda. Bunda adalah sosok yang perfeksionis, ia mengasuh uda dari kecil sendirian karena suami bunda meninggalkan bunda entah kemana. Hal itulah yang membuat bunda ingin selalu yang tebaik untuk anaknya. Hal-hal kecil menjadi sebuah komentar seperti membereskan tempat tidur, mematikan lampu dll. Uni mela memang tak terlalu bisa masak hal itu pun yang menyulut ketidak senangan Bunda.

Pada suatu hari.. bunda pernah marah besar dan mengatakan “Saya menyesal mengambil kamu sebagai menantu..”. Uni Mela hanya bisa menangis dan memendam perasaan tersebut. Setiap ia cerita ke uda, uda selalu menyalahkan dan memarahinya. Setiap ada pertengkaran dengan uda, bunda selalu menyalahkannya dan ia merasa semakin terpojok. Memendam dan mencoba intropeksi diri serta mencoba memperbaiki diri, ia meningkatkan kualitasnya dan mencoba mengikuti ritme hidup Bunda. Ahh, walaupun masih ada kata-kata yang menyakitkan dan ia rasa kondisi ia akan semakin terpojok saat ia hanya menjadi ibu rumah tangga akhirnya uni memutuskan bekerja dengan izin uda.

Bunda pun setuju dengan keputusan uni dan mengiyakan untuk mengasuh Nabila saat uni bekerja. Awalnya bisa uni jalani tapi lama ke lamaan ia tak sanggup karena pagi uni harus beres-beres rumah lalu langsung berangkat kerja, sore pulang kerja, Bunda langsung menyerahkan Nabila pada Uni belum kering keringat mengalir dikening. Ia harus mengasuh Nabila, beres-beres rumah, mencuci baju dan piring. Rutinitas yang harus dijalani, entahlah pertengkaran besar mana yang membuat rumah tangga itu retak.  Pasti sakit sekali hati uni, selain uni merasa hancurnya atas perceraian, Nabila gadis kecilnya yang berusia 2 tahun kini ada ditangan ibu mertuanya, 3 bulan semenjak perceraian tersebut ia tak dapat melihat anaknya. Sakit.

Tak terasa air mata jatuh dipipiku. Bergumaku dalam hati “ Bagaimana dengan ibu mertuaku nanti… semoga ia orang yang baik dan aku dapat menjadi menantu yang baik untuknya.. ada perasaan takut terbesit dihatiku.” Kembali ku teringat pertemuanku dengan Lara beberapa hari yang lalu, Lara bercerita sedikit tentang kehidupan rumah tangganya “ Aku sama suamiku baik-baik saja ris, tapi entahlah mencari kecocokan dengan ibu mertuaku semakin sulit. Awal kami menikah ia amat baik tapi sekarang ini dia sepertinya mengatur kehidupanku dan suamiku, aku tak nyaman seperti ini dan akhirnya ku pilih untuk diam, aku tak mau bertengkar dengan suamiku hanya karena hal ini”. Dalam lamunan panjangku tiba-tiba hp ku bergetar drettt..drettt..drettt… ternyata ada sms masuk dari seseorang yang kurindukan Teh Sasti.. Assalamualaikum, pa kabar soleha? Lagi sibuk apa sekarang? InsyaAllah pekan depan teteh mau main ke Bogor.. kita ketemu yuk? J lalu segera ku balas sms itu Walaikumsalam, alhamdulilah baik teh, teteh gmana? Biasa teh, sibuk amanah kampus, ngurusin umat.. hehehe.. Asiiik, jangan lupa oleh2 ya teh.. Mau ketemu dmana teh? Sms tersebut kukirim dan tak beberapa lama hp ku bergetar kembali balasan dari Teh Sasti Teteh juga baik sayang, di mesjid kampus aza cz teteh ada urusan bentar ke kampus tapi ‘afwan kita ketemunya Cuma bentar ya sayang cz teteh harus meneruskan perjalanan ke cianjur. Peluk sayang dari teteh,, sayang slalu karena Allah :* . Ahhh Teh Sasti selalu seperti itu, membuat hatiku meleleh, segera ku balas Iya teteh sayang.. Ku juga mencintaimu karena Allah..Barakallah :*.

Hari yang ditunggupun tiba, pertemuan dengan Teh Sasti diberanda mesjid tercinta. Senyum terlukis di bibirnya, ku sapa senyum itu dengan teriakan ku yang membahana “Assalamualaikum,,, teteh kangggennnn……” ku peluk tubuhnya dan jabatan tangan kami yang tak ingin ku lepas… dengan lembut ia membelai kepalaku “teteh juga kangen sama risma, tambah cantik aza adik teteh satu ini..” pipiku  merah merona tersipu malu “ahhh, teteh bisa aza, teteh tuh yang tambah cantik…” setelah bertukar kabar dan aktivitas, aku bertanya pada dirinya tentang mertua.. sesuatu yang menjadi pikiranan ku seminggu yang lalu. “teteh, aku boleh naya?” dengan wajah yang sedikit ragu-ragu, ku lontarkan kalimat izin bertanya itu.. Dengan senyum iya menjawab “iya, boleh sayang. Mang mau naya apa? Ayoo…” ku tertawa kecut “hehehe… Teh, gmana rasanya hidup dengan mertua? Dan bagaimana hubungan teteh dengan ibu mertua teteh?”

Teteh, menggoyang-goyangkan jari telunjuknya “ehmmm, ayo Risma lagi ta’aruf ya…?” dengan tangan yang mengisyaratkan tidak, ku jawab “ga teteh sayang, aku Cuma naya doang? Aamiin mau nikah.. tapi nanti wong Rismanya belom siap masih kayak anak kecil gini.. kemaren dapat dikit curhatan temen aza sekarang mau lihat versi teteh..”. Ia menjawab “ooo…. Alhamdulilah hubungan teteh dengan ibu mertua baik, teteh banyak dapat pelajaran dari beliau. Awalnya canggung dek, apalagi kita tinggal dengan orang yang baru kita kenal. Tapi lama-lama setelah mendalami karakter akhirnya menemukan titik temu keserasian. Alhamdulilah sekarang teteh  bantu-bantu dikit, mengisi ta’lim ibu-ibu di rumah mengantikan ummi kalau ummi berhalangan untuk mengisi.” Ku jawab “ahhh, enak ya jadi teteh mertuanya baik… aku sedih teh dengar kisah beberapa temanku dengan ibu mertuanya. Mengapa sih teh bisa ada hubungan yang kurang baik antara menantu dan ibu mertuanya? Wajah teduh itu mulai memberikan petuah padaku “ sayang, mertua itu adalah rejeki,,, kelebihan dan kekurangannya merupakan hal yang harus kita syukuri. Selalu ingat bahwa beliau adalah perempuan yang membuat pria yang kau cintai itu terlahir kedunia. Merawatnya, mendidiknya, membesarkanya dengan cinta dan kasih sayang. Terkadang memang ada beberapa ibu yang belum siap melepaskan dirinya dari anaknya, apalagi dia anak pria satu-satunya.. Secara tidak sengaja ibu mertua  akan mengatur kebutuhan anaknya dan ingin anaknya mendapatkan yang terbaik. Ini tak hanya dari segi ibu mertua saja tapi peran istri dan suami pun berpengaruh. Kadang sebagai istri, ingin menjadi satu-satunya perempuan yang dicintai oleh pria yang ia cintai bahkan ada cemburu yang berlebihan termasuk cemburu pada ibu pria tersebut. Disisi lain suami, ini yang mengambil peran penting ia harus benar-benar menempatkan diri karena banyak masalah yang terjadi disebabkan suami tidak tahu bagaimana menyatukan antara kewajibannya kepada istri dan anak, serta kewajibannya terhadap orang tua.”

Aku manggut-manggut  pertanda mengerti, dalam hati ku berujar “ dapat kajian pranikah nih hehe..” lalu ku bertanya lagi ke teteh “ benar ya teh.. ehmmm teh, apa yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan hati mertua? Hehehe ceritanya sambil menyelam minum air, sekalian bergurulah aku pada yang berpengalaman..” dijawabnya dengan menyentuh kerudungku.. “ Dasar.. katanya anak kecil.. Gini dek, setiap ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya.. apalagi sekarang anaknya telah bersama perempuan selain dia pasti dia akan menilai seperti apa perempuan yang akan mendampingi anaknya. Yang pertama, berakhlaqlah yang baik, lembah lembut, rendah hati, berkata baik.. Ingat yang kamu lakukan tersebut tak hanya dapat penilaian dari mertuamu saja yang terpenting penilaian Allah. Kedua, Rajin mengunjungi dan memberi hadiah, mengunjungi kalau kamu tak tinggal dengan mertuamu, sekedar telepon tanya kabarpun tak masalah, beri beliau hadiah, walaupun harganya tak mahal seperti buah kesukaannya bila diberikan dengan ke ikhlasan pasti akan melembutkan hatinya. Ketiga, meminta nasehat, kebanyakan ibu mertua senang dimintai pendapat karena beliau merasa lebih berpengalaman menghadapi masalah kehidupan. Atau curhat sedikit tentang suami dalam suasana yang menyenangkan dan kau akan lebih mengenal karakter suamimu secara mendalam dari ibunya. Keempat, menjaga keharmonisan rumah tangga, karena itu akan menimbulkan  ketenangan dalam hatinya hal itu terjadi karena ia yakin anaknya hidup bahagiaqa. Bila timbul pertengkaran diantara kalian, ibu mertua akan cendrung mengambil kesimpulan bahwa menantu yang melakukan kesalahan. Gitu dek, Sayangilah mertuamu seperti kamu mencintai mamamu.”

Ku balas dengan senyuman,,”iya teh”. Lalu ia menambahkan “ Ada satu hadist Rasulullah yang harus kamu ingat, Aisyah ra berkata “aku bertanya kepada Rasulullah saw,’manusia mana yang lebih besar haknya kepada wanita?’ Rasul menjawab, ‘suaminya’. Aisyah bertanya lagi,’wanita mana yang lebih besar haknya pada laki-laki?’ Rasul menjawab, ‘ibunya’.” (HR. Al Hakim). Begitu cinta.. Bantulah suamimu untuk terus berbakti pada orang tuanya janganlah kita menjadi perempuan yang menghalang-halangi kasih sayang itu. Teteh doakan, semoga risma nanti mendapatkan seorang pria yang soleh dan mencintai risma karena Allah serta hubungan risma dan mertua akan baik, saling mencintai dan berbagi. Ku peluk tetehku itu dan ku katakan “aamiin, jazakillah teteh,, atas petuahnya.. doa itu pun untukmu dan semoga teteh segera dapat momongan. Ia jawab “ Waiyakki,aamiin, aamiin ya Allah…”.

Pertemuan singkat itu.. menyejukan hatiku, tak terasa hati ini basah. Benar adanya mertuaku adalah ladang pahalaku, mertuaku adalah orangtuaku, mertuaku adalah guruku.. Terbesit dihatiku “bisakah aku menjadi menantu idaman, yang tak hanya bisa mengaet hati anaknya tapi juga ibunya.. tentunya bukan dengan sok-sok manis tapi dengan, tapi dengan apa ayo??. Hehe”. Hanya bisa mempersiapkan diri saja.. ehmmm kapan ya bisa ketemu ibu mertuaku...? hohoho.. aku senyum-senyum sendiri pada perjalanan menuju kosanku ya… kosanku surgaku.. ^^

Rinai Maret, 2013

Selasa, 05 Maret 2013

Jantungku


Tempatmu bersemayam cinta,
dalam 9 bulan tumbuh menjadi manusia,
Bersamamu ada segurat cinta,
Walau moment tersebut belum tercipta
Bunda, telah mencintaimu..
Bunda, telah merindukanmu...
Permata hatiku..

Karenamu ku coba mendalami cinta
Hal yang terindah titipan Sang Pencipta
Dalam setiap doa
ku lantunkan melodi perharapan atas dirimu nanti

Nak, sepertinya Kau sedang bermain ditaman-taman surga sekarang,
Kau tak tau dirahim mana kau akan dititipkan.
Disini bunda sedang mempersiapkan diri cinta
Agar saat kau tiba didunia
Ada Cinta yang peluk hatimu
Ada ketaatan padaNya yang tak pernah hilang dari janjimu
Ada kebermanfaatan yang lahir pada cita-citamu
Untukmu yang selalu bunda sayangi hari ini, esok, dan seterusnya.. :')

Angkot

Saya tak tau persisnya ekspresi wajah saya di angkot tadi, syok selama hampir 3 windu saya ada di dunia ini baru pertama saya melihat orang meludah didalam angkot dan bukan ludah dibuang keluar tapi diludahkan dilantai angkot. Terasa asam lambung saya meningkat, perut saya berguncang seperti makanan yang saya makan tadi pagi siap meluncur keluar, pikir saya saat itu  Jorok banget... Maafkan,  hamba ya Allah yang tak bisa mengontrol hati.

Hal yang membuat saya makin ga bisa berfikir tenang, pelakunya adalah seorang perempuan dan sedang menggendong anaknya yang berusia 2 tahun. Ahh, ayolah ibu jadi contoh yang baik bagi anakmu.  Mencoba berpositif thingking  mungkin tenggorokannya sangatlah gatal seperti ada paku yang menusuk-nusuk tengorokannya hingga tak tahan lagi untuk dikeluarkan. Tapi kalau gatal pasti pada saliva nya itu ada sputum yang berwarna hijau, gatel itu kan karena adanya bakteri (Sotoy tingkat dewa). Apapun alasannya itu tidak sopan. Mungkin Ibu tersebut miliki pendidikan yang kurang dan lingkungannya yang membentuk seperti itu tapi pasti ada sisi lain dari ibu itu kebaikan yang tersembunyi yang tidak saya tau. Saya terfikir pada anak yang digendongannya, anak akan menduplikasi apa yang ia lihat dan rasa, bagai spons yang menyerap air. Allah, saya melihat diri saya kembali bisakah menjadi contoh yang baik untuk anak-anak saya nanti.

Cukup berkomentar tentang orang lain, kembali ke lahan intropeksi diri karena manusia akan melihat kita pada kata, prilaku dan tulisan. Tapi pada Moment tertentu kata adalah kamuflase yang dengan izinnya Allah tutup segala aib-aib kita. Tak ada hari tanpa memperbaiki diri, karena setiap detik yang terlewati adalah ladang ibadah kita.. Saya dengan lakon yang saya mainkan, bagaikan pemain peran dalam pentas kehidupan.

Senin, 04 Maret 2013

Pilihan

Percakapan dengan seorang teman berbeda agama beberapa hari yang lalu  menggelitik hati saya. Kami yang sama-sama menganut agama samawi, agama yang bersumber dari Allah. Saya seorang muslim, dia seorang nasrani.


Percakapan dimulai dengan pertanyaan dia padaku, “marina, dalam islam ada ga nabi Ishaq?” kujawab “iya ada, kenapa?” lalu ia bertanya lagi “ tau istri Ishaq?” jawab saya “ga tau.. mang knapa?” lalu dia mulai bercerita “ aku sedang baca buku, salah satu ceritanya tentang istri Ishaq ini, namanya Rafida (punten, saya lupa-lupa inget namanya cz perbicangan ini beberapa hari yang lalu). Jadi ceritanya Ishaq ini sedang dicarikan seorang istri oleh Ayahnya Abraham.. ayahnya mengutuslah seorang budak untuk mencari istri yang tepat bagi Ishaq sesuai dengan kreteria yang telah ditentukan Abraham. Lalu budak itu mulai mencari pasangan yang tepat untuk Ishaq. Pada suatu hari Budak itu sedang mengembala kambing ditepi sungai, budak itu dalam kondisi kelelahan. Ditepi sungai ada seorang perempuan yang melihat kondisi budak tersebut. Lalu perempuan itu mendekat, ia pun berkata “ sepertinya Anda sedang kelelahan, sedang bermaksud apa anda kesini?” budak itu menjawab “sebelumnya terima kasih, saya sedang berniat memberi minum kambing gembalaan saya.” perempuan itu menjawab “oo seperti itu, kalau begitu biarlah saya yang membantu anda memberi minum kambing-kambing gembalaan ini?” bundak itu menjawab “terima kasih dan maaf merepotkan”. Perempuan tersebut memberi minum kambing-kambing tersebut dengan kasih sayang dan ketulusan, ditempat lain budak itu melihat perempuan tersebut dengan seksama sepertinya perempuan ini yang dicari oleh Abraham untuk dijadikan menantunya. Setelah selesai urusan budak itu mengucapkan terima kasih serta menayakan nama dan alamat lalu berlalu. Budak itu bergegas pulang untuk menceritakan apa yang dialaminya kepada Abraham. Akhirnya Abraham menikahkan Ishaq pada Rafida… So sweet banget kan marina, kita ga perlu mengumbar-umbar kecantikan kita secara berlebihan pada seorang laki-laki, cukup kita menjadi pribadi yang baik dan selalu menolong orang lain maka akan datang laki-laki terpilih yang menyudahi kesendirian kita, dengan cinta dan kebaikan.” Saya menjawab “aamiin…”

Pause

Masuklah saya pada pikiran saya, benar kita tak perlu mengumbar diri kita pada laki-laki. Jadilah pribadi kita sendiri, tentulah dengan terus meningkatkan kualitas diri. Tebar manfaat bukan tebar pesona, ahh.. bukankah hati orang yang beriman itu terikat satu dengan yang lainnya, mungkin ruh saya dan ruh dirinya telah saling jatuh cinta dalam dimensi yang berbeda atas ketaatan padaNya serta doa-doa yang tecipta. Teringat cerita, ada seorang laki-laki bersin didalam kereta lalu dia mengucapkan “alhamdulilah” tiba-tiba ada seorang perempuan menjawab “Yarhamukallaah” Laki-laki itu terpanah, lalu menayakan nama gadis dan alamat rumahnya dimana. Dan selanjutnya pemuda itu datang kerumah sang gadis dan melamarnya. Pertemuan yang sederhana tapi membekas dalam jiwa. Kembali saya tersadar…

Play

Katanya lagi “oya, di kamu Abraham itu Nabi Ibrahim ya?” dan saya menjawab “ iya benar, Cerita seperti Ishaq pun hampir sama pada Musa saat dia bertemu istrinya” kata saya. “Cerita singkatnya, suatu hari nabi musa tak sengaja membunuh seseorang. dia ketakutan dan tobat pada Allah, akhirnya Nabi Musa hijrah kesuatu daerah. Saat tiba didaerah tersebut Musa sangat kehausan akhirnya dia tiba disuatu sungai. Saat dia mau minum ada perempuan yang sedang menunggu kudanya (hehe sayanya lupa-lupa inget..). Musa menayakan “Mengapa anda tidak minum?” perempuan itu menjawab “saya tidak bisa minum karena saya harus menjaga kuda saya”. lalu musa mengatakan “minumlah, saya akan menjaga kudamu..” lalu perempuan itu minum dan kudanya dijaga musa, setelah perempuan itu minum, musa memberi kuda itu minum. Kejadian tersebut diceritakan perempuan tersebut ke Ayahnya dan ia mengatakan “ayah, ambillah dia sebagai pekerja kita?” Akhirnya Musa bekerja pada Ayah gadis tersebut dan mereka berdua dinikahkan.”

Teman saya menjawab “kisah tersebutpun ada di saya, Oya kalau di kalian Solomon namanya apa? Saya jawab “Sulaiman, kalau Daud dikalian David ya..” ia jawab “ia, tapi sebenarnya versi inggrisnya…” lalu ia terdiam “ Rasanya saya ingin tinggal di masa lalu, saat firman Allah itu benar-benar datang dan jelas… seperti Musa yang benar-benar mendengar suara Allah dan juga Sulaiman. Kadang saat melakukan pergumulan saya sulit menemukan kebenaran harus benar-benar menemukan dalam hati yang paling dalam..”

Pause

Saya pun terdiam meresapi kata-katanya, lau saya teringat suatu ayat dalam Al Quran. Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata. “ Mengapa Allah tidak berbicara dengan kita atau datang tanda-tanda (kekuasaanNya kepada kita?” Demikian pula orang-orang yang sebelum mereka telah berkata seperti ucapan mereka itu. Hati mereka serupa, Sesungguhnya telah kami jelaskan tanda-tanda (kekuasaan kami) kepada orang-orang yakin. ( Al Baqarah : 118). Ahhh, saya bersyukur tak lagi merasakan itu saat saya benar-benar yakin bahwa Islam adalah agama yang benar dan Umatnya adalah yang terpilih.

Play

Lalu saya tersenyum dan menjawab “ Allah memiliki takdir terbaik untuk hambaNya, dan saya terlahir pada saat ini adalah yang terbaik. Bahkan Rasul saya Muhammad mengatakan dalam hadistnya bahwa “ umatnya yang mencintainya, mengikutinya padahal tak pernah bertemu dengannya adalah saudaranya”. Kita hanya dapat beribadah yang terbaik dan menjadikan diri kita  bermanfaat bagi orang lain. Serta jangan pernah menyekutukanNya.”. ia menjawab “benar katamu, ahhh sekarang banyak yang menyekutukan Allah dan banyak yang mencari berhala… waktu itu saya pernah diundang suatu pertemuan membahas tentang berhala.. katanya berhala sekarang itu macam2 salah satunya saat kita mendewakan harta.” Saya tersenyum dan dalam hati mengatakan “patung yesus yang selama ini kamu sembah itu apa??, aahhhh tak tega kalau kata itu meluncur dari mulutku takut ada luka yang tercipta”.

Saya tutup saja percakapan kami. Entahlah, saya menemukan beberapa kecocokan dalam diri kami, saat kami berbicara tentang kehidupan.. Dari segi hidup sehat yang kami senangi, kepedulian dan kecintaan kami pada dunia anak-anak dan alam, serta cerita kami tentang Indonesia. Tapi hubungan kami hanya sebatas Mua’malah, karena pada dasarnya kita harus miliki hubungan yang baik pada setiap Manusia, hal itupun dicontohkan Rasulullah. Kadang ada terbesit sititik dihati “andai dia menjadi seorang Muslim” tapi saya tak punya hak untuk itu, hidayah itu milik Allah dan tak ada paksaan untuk masuk kedalam Islam. Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat…. ( QS Al Baqarah : 156 ). Itupun buat saya tersadar dan kami memilih jalan kami masing-masing serta dengan ketaat kami sendiri. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku ( QS Al Kafirun : 6 ).

Sabtu, 02 Maret 2013

Keajaiban Bahasa Semut

Oleh Dr. Mohamad Daudah

Profesor Robert Hickling sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk meneliti serangga dan merekam getaran-getaran bunyi yang mereka lepaskan. Namun, bahan-bahan yang diperoleh tidak bisa dinyatakan hingga ia mampu merekam bunyi-bunyi yang berasal dari semut. Ia bermaksud meneliti semut di sarangnya. Mereka tidak menemukan metoda yang lebih baik daripada mengikuti bunyi-bunyi semut.

Bagaimanapun, hal yang mengejutkan ilmuwan itu adalah bahwa frekwensi bunyi-bunyi yang
dilepaskan semut-semut itu bervariasi dari satu semut dengan semut lain, dan dari jenis semut yang satu dengan jenis semut yang lain. Ada dua belas ribu spesis dalam dunia semut di muka bumi, melebihi ras manusia. Di hadapan jumlah yang luar biasa ini para peneliti bingung mengenai bagaimana mereka mencocokkan semua bunyi tersebut.

Beraneka bunyi semut bisa direkam dengan sukses, dan bagian-bagian dari riset ini diterbitkan di majalan Journal of Sound and Vibration tahun 2006, dan itu adalah pertama kali manusia dapat mendengar suara semut yang sebenarnya!

Peneliti ini menerbitkan banyak riset dan yang paling penting adalah tentang komunikasi antar semut dengan judul ‘Analisis Komunikasi Akustik Oleh Semut’ di Journal of Acoustical Society of Amarican Magazine.
Peneliti-peneliti ini menunjukkan bahwa semut-semut melebihi kita dalam komunikasi akustik. Para ilmuwan mengharapkan bahwa semut menggunakan antena-antena untuk mengirim dan menerima getaran suara. Semut memperkuat isyarat-isyarat suara yang diterima seperti yang alat-alat penerima yang canggih.
Lebih dari itu, semut-semut itu bisa menghilangkan bunyi-bunyi yang melebihi batas, sehingga hal tersebut menjadi filtrasi atau klarifikasi terhadap bunyi untuk mencirikannya dari yang lain. Ini merupakan sistem komunikasi yang sangat maju, yang selama ini tidak dikenal para ilmuwan, dan mereka baru menemukannya beberapa tahun yang lalu. Namun al-Qur’an al-Karim telah menyinggung hal tersebut dan mengatakan kepada kita bahwa semut-semut itu berbicara.

Allah berfirman, ‘Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut, ‘Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.’ (an-Naml: 18). Di dalam ayat ini, ada suatu bukti yang jelas bahwa semut-semut mempunyai suatu bahasa untuk memahami satu sama lain, dan Allah mengaruniai Sulaiman kemampuan untuk mendengar dan memahami suara-suara mereka. Para ilmuwan berusaha untuk menangkap isyarat-isyarat akustik yang diucapkan semut-semut. Namun, mereka membedakan empat macam bunyi setelah melakukan pengamatan selama bertahun-tahun.

Semut menggunakan sinyal akustik tertentu yang dilepaskanya saat marah. Seekor semut memberi peringatan, lalu ia mengeluarkan panggilan yang bisa diterima, dipahami, dan direspon kawannya dengan segera.

Para ilmuwan menyatakan bahwa semut-semut itu seperti kita, mereka melaksanakan tugas-tugas mereka secara efisien. Sambil kerja, semut-semut berbicara satu sama lain dan berkata seperti manusia. Kita menemukan bahwa semut-semut mengorganisir proses pengumpulan makanan dan tugas-tugas lain melalui bunyi-bunyi tertentu dan berbagai perintah yang dilepaskannya, sementara semut-semut lain mendengar dan merespon!

Ketika semut menyerang seekor ulat, maka ia mengeluarkan suara yang menakutkan. Suara-suara tersebut benar-benar tidak bisa dipahami, dan mereka melakukan pertemuan seperti manusia. Phil De Vries menemukan bahwa serangga melepaskan getaran-getaran suara lemah yang dapat dibedakan oleh semut. Kumbang penghisap mengeluarkan zat yang mengandung gula yang disukai semut. Serangga ini mengeluarkan getaran selama ia bekerja, sehingga semut sering kali terjebak sebagai mangsanya. Getaran-getaran akustik itu merupakan alat komunikasi di antara serangga.

Allah berfirman, ‘Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.’ (al-Isra’: 44). Robert Hickling, salah seorang peneliti terkemuka mengatakan, ‘Semut-semut tidak bereaksi terhadap suara manusia dan tidak terpengaruh olehnya. Tetapi jika kita mengarahkan kepadanya getaran-getaran yang sesuai, maka semut terpengaruh olehnya dan meresponnya. Ini berarti bahwa semut-semut mempunyai bahasa sendiri dan mereka sepenuhnya seperti manusia. Di sini kita ingat akan firman Allah, ‘Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.’ (an-Naml: 38). Karenanya kita menyadari bahwa al-Qur’an al-Karim itu sejalan dengan ilmu pengetahuan modern.

Sumber : http://zilzaal.blogspot.com/2012/02/keajaiban-bahasa-semut.html