Sabtu, 02 Maret 2013

Rasanya ingin menumpahkan semua asa  di tiap paragraf..  Lagi dikampus, menikmati fasilitas sebagai mahasiswa, entahlah setiap lihat blog rasanya pengen nulis aza... membuka file-file tulisan lama bungkus saja, biar ku nikmati pikiran acak yang tercipta.. Dan ku rasakan bahwa menulis itu suatu kebutuhan,,, Nikmat.. Alhamdulilah

Suka Sama

Seorang teman berkata, "aku suka sama yang tinggi, putih, ganteng, pinter, kaya, setia.." yang lain bilang "aku suka pada seseorang yang saat aku melihatnya hati ini langsung "klik" bahwa dialah orang itu, mau seperti apapun dia, dialah yang tebaik untukku". Saat aku ditanya, suka yang seperti apa " ku katakan yang bisa jadi imam dunia akheratku.. saat aku bersamanya tenanglah hatiku dan namanya terpatri kuat dihati dalam sujud istikharahku..." Sudah adakah dia, kurasa belum. Hanya sekilas saja, Karena bagiku pria ganteng itu bukan dilihat dari wajahnya tapi dari kesolehannya, kecerdasaannya, attitudenya, kesetiaanya, serta yang terpenting dia visioner pada hidupnya dan kebermanfaatnya pada orang lain.

Merindu


Sungguh, aku merindukanmu...
Diam kita...
Kata-kata yang hanya terlontar beberapa kata
Ku rindu senyummu beberapa bulan yang lalu
Sepertinya saat itu imanku sedang compang-camping 
hingga lukai hatimu

Sungguh, aku rindu
pada ukhuwah yang terajut
tapi yakinlah saudariku
bahwa namamu tak pernah lepas dari doa-doaku
Uhibbukifillah :')

Jumat, 01 Maret 2013

Ketakutan

" Aku takut.. " rasanya ingin ku hempaskan tubuh ini pada duri-duri tajam agar rasa takut itu hilang mungkin sedikit ekstrem, lebih halusnya menenangkanya dengan segelas susu coklat hangat karena katanya coklat miliki zat yang meningkatkan hormon membuat tenang. Utamanya bersandar pada Allah saja, titip rasa takut itu padanya bahwa apapun yang terjadi di dunia ini adalah rencanaNya kadang ada yang menenangkan hati dengan mengelus-ngelus dada dan berkata "bahwa ini akan baik-baik saja".

Anak-anak Terbuang





Bagaimana perasaanmu saat melihat anak-anak dipinggiran jalan membawa mangkok kecil atau bungkus plastik bekas permen? sambil menegadahkan tangan meminta sedikit uang. Sedihkah atau ada perasaan jijik yang tercipta karena tampang kumal yang mereka tampilkan dan ada lelehan ingus dihidungnya. Jawablah dengan hatimu… mungkin kau akan mengusirnya atau memberikan uang agar mereka segera pergi atau sembari memberikan uang kau doakan dia dalam hatimu agar nanti dia tumbuh menjadi anak yang soleh, sehat, cerdas,  dan bisa keluar dari jalanan panas.


Tak pernah mereka ingin memilih tinggal dijalanan bertemankan deru kendaraan dan asapnya, hinggar minggar kata-kata yang tak pantas didengar atau gaya hidup yang semerautan. Mungkin mereka tak tau pada rahim siapa mereka dititipkan, karakter keluarga seperti apa yang akan mendidik mereka, bahkan mereka pun tak tau apa alasan mereka menjadi anak-anak terbuang. Perih, apalagi melihat diri ini yang belum menjadi suatu solusi. Anak-anak yang harusnya miliki impian dan harapan hanya dapat ber-angan makan pada kolong-kolong jembatan.

Kadang fikiran nakal itu bermain, mereka ada dijalan ya sudah, itu adalah hidup yang harus mereka jalani. Tawa yang mereka rasakan, tangisan sedih karena pukulan atau kelaparan, kosongnya diri akan impian, bahkan perlakuan biadab yang melucuti organ dalam mereka satu-satu adalah hal biasa karena bagian skenario kehidupan. Itu Takdir yang berlaku pada mereka, toh pada kenyataan Allah telah menitipkan rejeki masing-masing pada hambaNya. Ya, kita lihat saja dan jadikan pembelajaran, aahhhh tapi tak bisa seperti itu, apakah kita tak mau tangan kita menjadi salah satu media Allah untuk menaikan derajat mereka,.. Aku hanya berandai-andai bisa menjadi solusi, mungkin nanti dan aku dapat hapus air mata mereka… Hal kecil yang bisa kulakukan sekarang hanya bisa bermain pada zona hati, mendoakan mereka yang tak bisa kusentuh agar Allah hadirkan hati-hati yang tulus untuk merangkul mereka dengan harapan dan kasih sayang.

Seorang teman pernah bercerita “mereka, miskin impian marina, bahkan bermimpipun mereka takut…” bayangkan kanak-kanak yang berada di bangku-bangku sekolah bermimpi menjadi dokter, presiden, polisi atau atribut-atribut wah dunia lainnya. Sedangkan mereka, Kau tau cita-cita mereka apa? Tukang koran, tukang ojeg dan lebih sedih lagi impiannya sangat sederhana “mau makan enak”.  Bahkan bermimpi untuk sekolahpun mereka takut walau mereka ditawari untuk sekolah gratis. Kadang ada curiga dihati kecil mereka, karena banyak orang yang datang hanya janji saja tak pernah mewujudkannya. Aku rasa itu luka..

Tapi kuyakin Allah telah titipkan banyak cahaya untuk menerangi mereka dengan cara yang kutahu atau tersembunyi dan hanya jadi rahasiaNya. Allah pasti telah menciptakan pahlawan-pahlawan untuk mereka seperti Istri Rasulullah Zainab binti Khuzaimah, ibunya orang-orang miskin.