Senin, 10 Juni 2013

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (QS Al Insyirah : 6)
Menjalani hari itu terasa ringan bila Allah yang jadi tujuan dan yakin bahwa Allah akan selalu menemani langkah ini. Terasa berat saat kita ingin dilihat atau mencari perhatian manusia saja, lelah. Nikmatnya hanya berupa pujian sesaat saja dan sakit hati bila sama sekali tak dipuji. Berbeda rasanya bila semua tujuan itu hanya Allah, saat Allah memuji seluruh mahluk langit dan bumipun akan memuji kita.

Masalah besar itu akan jadi butiran debu bila kita yakin bahwa Allah lebih besar...
Menikmati hidup ini dengan semua proses yang ada...
bahwa setiap hari, jam, menit, detik yang berlalu tak akan kembali lagi. Bagaimana diri ini menyambut waktu yang akan datang?

Untuk hari ini maaf bila banyak kekhilafan yang terjadi....
Menutup malam ini dengan rasa syukur, doa dan intropeksi diri....

#melewati perbaikan skripsi yang terlalaikan hari kemarin terkejar deadline karena besok harus pergi ke Kota Hujan ( Alhamdulilah, pasti Allah punya jalan.... )
Ada rasa yang lebih terhormat dalam diam
diadukan dengan sujud dan ruku di penghujung malam

layaknya malam dilebihkan atas siang dengan kesunyian

maka sendiri lebih baik dari bersama bila itu menjaga kemuliaan

diam bukan berarti tanpa usaha

tak bersama bukan berarti tak suka
adakalanya penting menahan rasa 
daripada sebabkan yang lain luka

waktu yang ada jadikan persiapan, masa yang ada jadikan kepantasan

latih raga agar dapat memampukan, latih jiwa agar mampu menentramkan

bukan 'bersama siapa' yang jadi penyebab cinta 

tapi 'karena siapa' itu yang menghasilkan cinta

bila itu karena Allah dia cinta, dan bukan hanya karena syahwat

maka dia tiada akan menista, tiada pernah dia khianat

sendiri karena menetapi kesucian dan ketaatan

lebih baik daripada berkumpul untuk kemaksiatan

-Felix Siauw-

Minggu, 09 Juni 2013

Cerita gado-gado pikiran

Hahaha.... lagi mikir bercampur2 alias sedang tak jelas sedang mau nulis apa... wuahhhh.... Okeh,,, gado-gado pikiran yang saya rasa kali ini :
1. Kita fikir ini penting bagi orang lain itu ga penting.. maka perlu adanya tukar pikiran, ada yang berfikir sederhana saja tapi ada yang berfikir meloncat jauh kesana.
2. Kita suka bergulat dengan fikiran kita sendiri, terlalu dibawa rasa atau sampai masuk ke alam bawah sadar hingga masuk dalam tidur malam kita, terasa lelah sekali malam kita. Padahal solusinya sederhana melangkah saja dan jalani semuanya... ga akan jadi sesuatu bila semua itu hanya tertulis pada lembaran kertas saja.
3. Semuanya dimasukin ke hati... haha... Kadang kita harus berfikir yang mana harus dilupakan mana yang harus disimpan.. Kayak naik gunung aza, kalau bebannya kebanyakan akan tertatih-tatih kita menuju puncak.


AHHHH,,,,, banyak yang sedang terfikirkan atau semua harus dituangkan.... ztttttttttttt..... Tepok jidat, memandangi kalender.... -_-"

Kepasrahan Awan

Awan, tak pernah meminta ia tertiup angin 
ataupun menjadi titik-titik air yang menjadikannya hujan..
Lalu hujan tersimpan dibumi menjadi air dipermukaan atau tersimpan
Dan bersiap lagi menjadi awan....

Hidup itu harus penuh kepasrahan...
Bukan berarti kita tak berusaha atau berhenti meminta..
Kita hanya melewati proses hidup ini dengan mencari setiap hikmah
atau jalan yang lurus, yang slalu kita pinta pada waktu-waktu penghambaan yang tak pernah putus

Hidup itu takdir atau pilihan?
takdir yang tak dimintai pertanggung  jawaban
dan pilihan yang menjadi takdir serta miliki masa perhitungan

Aku terkesan tertutup mata
Gelap,
tapi mencoba untuk meraba.... 
Membuka mata,
adakah cahaya lilin diujung sana
atau cahaya lebih terang
sinari jiwa.... :')

Cinta dalam Diam

Cinta itu tak pernah memilih pada siapa ia berlabuh,
Tak pernah meminta pada siapa ia akan menepi,
Tak pernah berharap pada siapa ia kan tersampaikan.

Tak pernah meminta, untuk tak sampai,
hanyut ataupun menghilang.
Tapi ingin selalu bersambut, bersama, ataupun menyatu.

Pasti ada perih...
Walau hanya tersekat dihati saja,
Bibir mungkin bisa tertawa
tapi luka tetap saja terasa...

#Sebuah tanda yang kusampaikan, seperti gemericik hujan, semilir angin, ataupun hilangnya awan... sederhana, tak terlihat tapi bermakna...

Terasa melankolis sekali, hahaha.... mungkin itu yang dirasakan oleh orang yang mencintai dalam diam? upsss... sakit memang, tapi Allah Maha mendengar rahasia apapun walau tersimpan rapi di hati yang paling dalam sekalipun. Cinta dalam diam yang pasti tak terlupakan itu adalah cinta Ali dan Fatimah... pastinya, Cinta suci yang Allah labuhkan pada ikatan yang suci.

Dipikir-pikir, cinta itu wajar kok... pada dasarnya fitrah tapi kadang kita yang tak cukup pandai untuk mengemas rasa cinta itu. Aaaah, Kita kadang lupa bahwa cinta pada manusia itu adalah cobaan,,, Akankah cinta pada Allah yang lebih besar?

Kita sering lupa diri, bila cinta itu datang dari kutub yang berlawanan... Terasa hanya dia, padahal Allah sudah mempersiapkan dia yang tepat.... mungkin bersatu di dunia atau hanya di akherat. Entahlah....

Ikatan cinta itu seperti ikatan kimia... ia akan mudah putus bila hanya satu yang selalu memberi dan satunya lagi slalu menerima... dan ikatan itu akan kovalen menjadi ikatan yang kuat, bila mereka saling.... bukan kamu atau aku yang sempurna tapi saat kita bersama semua akan jadi sempurna....

hehe.. walau sempurna itu cuma milik Allah... tapi isyarat cinta itu, dunia milik berdua dan yang lain kontrak.. zengzeng... #gubrak

Allah itu pemilik hati,
Ia yang membolak-balikkan hati,
dari cinta menjadi benci,
dari benci menjadi cinta,
Maka tempatkan keduanya pada tempatnya
Kembalikan semua pada Allah semata