Sabtu, 08 Juni 2013

Rumah Cahaya

Seorang teman pernah berkata "Kayaknya, cerita tentang orang-orang yang gabung di Rumah Cahaya ini bisa deh dibuat cerpen" ehmmm... kujawab saja " minta ini dan ini saja menulisnya". Lalu dengan gagasannya itu ku mencoba "mengilustrasikan cerita kami dalam sebuah narasi" ternyata saya belum mampu. Saya belum mengenal sekali jiwa-jiwa didalamnya,,,

Bersatunya kami di Rumah Cahaya ini pun adalah sebuah misi. Misi menebar kebermanfaatan, misi langkah kecil kami melakukan suatu perubahan... Tentang kondisi sekarang ini, Adakah kami semua belum satu frekuensi? Adakah barisan kami belum teratur hingga terkesan melebur? Adakah komunikasi kami yang rapuh? Adakah hati ini belum terkoneksi antara satu dengan yang lain?

Teringat nasehat seorang teman tentang bisnis " Bila usaha kamu ingin sukses dalam jangka waktu satu tahun pasti ada cobaan besar dibulan pertamanya, bila kamu ingin sukses dalam jangka 10 tahun pasti ada cobaan di tahun pertamanya". Ehmmm, setiap cita-cita pasti ada hambatannya, rintangannya.... Itu Sunatuallah, bagaimana respon yang kita berikan.

Rumah Cahaya ini adalah titik terkecil dari impian-impian yang lain....Semangat... Luruskan niat.. :')

Jumat, 07 Juni 2013

Alhamdulilah, Aku punya Mama :')

" Yuk, mereka bukan gila tapi mereka sedang sakit.... " suatu kali mama pernah bilang " Setiap mama mengajak mereka berkomunikasi walau kata mereka tidak jelas, tapi kita bisa menangkap apa yang menyebabkan mereka seperti itu... Allah memberi hikmah dari banyak cerita yuk.. Allah memberi banyak pelajaran dari semua yang kita lihat... Mama saat di Rumah Sakit Umum dulu melihat pelajaran dari sebuah kematian... Mama saat di Dinas Kesehatan melihat hikmah kondisi masyarakat kita sekarang.. Mama saat di Rumah Sakit Jiwa melihat hikmah problematika yang dihadapi masyarakat sehingga mereka seperti ini. Entahlah, dari kepingan-kepingan ini mama yakin Allah sudah menyusun rencana, entah dari bab mana? dengan yang mama rasakan bisa menjadi setitik pelajar untuk orang lain".

Betapa ayuk sayang sama mama.... Setiap mama cerita pasti ada sepenggal cerita yang membekas dihatiku untuk berbagi pada sesama tak hanya pada manusia tapi mahluk Allah yang lain juga. Suatu kali mama bilang " Tau ga yuk, kalau mama beli kue.. mama sedih kalau hanya makan sendiri karena orang2 yang sakit itu suka lihatin mama dan wajahnya murung.. Jadi sekarang kalau mama beli kue selalu beli banyak dan bagi-bagi ke mereka.. Wajah mereka bahagia sekali yuk, mama juga seneng melihatnya...". Percakapan yang lain " Di RSJ ini ada kucing yang baru melahirkan yuk, anaknya lucu2... pas mama mau ambil induk sama anaknya... ehh, anak-anaknya dah dibuang ke pasar. Kasihan yuk, padahal merekakan masih butuh induknya..."

Mama... aku belajar peduli, mengasihi, berbagi darimu sungguh luar biasa.. Ya Rabb... limpahkan kasihMu dan petunjukMu selalu pada mamaku... jadikan keluarga kami berkumpul di SurgaMu...

" Apa yang kita punya bukan milik kita saja yuk, ada hak orang lain didalamnya... Maka jangan pernah pelit dengan harta yang kita miliki.. Harta yang kita punyai sekarang hakikatnya bukan milik kita tapi titipan dari Allah.. Maka jaga titipan itu dengan sebenar-benarnya pemaknaan, karena apa yang Allah titipkan pasti dimintai Pertanggung jawaban ". Mencintaimu mama selalu, tentang mimpi-mimpi kita, bukan untuk kita saja tapi bagaimana kita bisa bermanfaat bagi sesama...

# Percakapan hikmah pagi ini dengan mama,,, membuat pipi dan hatiku basah :') 

Menjemput Kematian.


Mengapa harus bingung menghadapi mati?
Mengapa harus lari dari ajal?
Sedang engkau selalu berpindah dari masa ke masa
Dari tiada ke ada, dari ada ke tiada.
Kau selalu lepaskan dan gantikan baju,
hingga mencapai empat kehidupan.
Jika kau tetap berada di sebuah keadaan,
dan kau teguh di sana dan tolak berpindah,
kau tetap berada pada keadaan awal,
dan tak 'kan sampai ke puncak tujuan kemanusiaan,
tak 'kan sampai ke tingkat kesempurnaan ruhani dan ilmu.
-Jalaluddin Rumi-

Setiap ingat akan kematian, rasanya hati ini bergetar... Kata yang keluar adalah Pertanggung jawaban... takut tapi ini suatu kepastian, akan dosa yang bertumpuk-tumpuk sanggupkah aku mempertanggung jawabkannya....  Ahhh, Kematian adalah suatu jalan, untuk bertemu dengan Rabbku, untuk bertemu dengan Rasulullah.... Semoga... aamiin

Mengingat jalan yang ku telusuri mampukah aku.... Abu Nuwas mengungkapkan rasa itu pun dalam syairnya:
Duhai Tuhanku, tak pantas aku jadi penghuni Firdaus
Tapi, Sungguh aku tak tahan bila berada didalam kobaran Jahanam
Maka, terimalah tobatku dan ampuni dosaku
Karena Engkaulah pengampun dosa besar

Dalam Syair rindu akan kematian Imam Al- Syafi'i berujar :
Kala hatiku mengeras dan jalanku menyempit
Kujadikan harapanku sebagai titian menuju ampunanMu
Tuhan, dosaku amat besar, tapi ampunanMu jauh lebih besar
Kau selalu ampunkan dosa, maafkan salah
Sungguh, sifatMu adalah pemurah
Seandainya bukan karena ridha-Mu, tak seorangpun digoda iblis
Betapa tidak! Insan pilihanMu, Adam, juga tergelincir olehnya.

Bagaimana dengan aku? :')

Gunting kuku baru

Sebenernya ga penting sih, saya nulis ini.. hehe.. tapi iseng aza mau cerita..  Saya baru beli gunting kuku baru, setelah sih pinkz harus masuk tempat sampah karena patah habis dipake buat gunting kuku abang.. Ahh, sabar yang pinkz hidup itu memang berat.
(lebay.com)

Kejadian wafatnya pinkz terjadi hari senin, awalnya saya lupa kalau si pinkz dah wafat.. Berhubung hari ini jumat dan punya kebiasaan potong kuku hari ini.. jadilah saya beli gunting kuku yang baru.

Alhamdulilah akhirnya saya beli juga gunting kuku yang saya beri nama Yellow... Wuahh, butuh perjuangan panjang untuk menemukan yellow karena saya harus keliling jatos dulu, cz selama masa pencarian saya belum menemukan gunting kuku yang pas. Saya ke toko yang satu ke toko yang lain...  Gunting kukunya biasa-biasa aza ga lucu ada yang lucu harus beli spaket. Alhamdulilah diakhir pencarian saya, saya menemukan yellow... .

Setelah menemukan yellow saya pulang deh... Apa??? ke jatos cuma beli gunting kuku doang? hehe.. niatnya gitu, tapi saya terhipnotis sama Tisera... jadi gitu deh.. berujung beli buku.. ehmmm.... tobat-tobat.... Selama saya keliling mencari yellow, saya kan singgah tuh di pernak-pernik cewe.. wuahhh,, lucu-lucu.. dari lampu tidur, jam tangan, bahkan pernak-pernik kecil yang lucu2.. yang bikin saya syok, tempat mandi pink (tempat sabun+tempat pasta gigi,2 plengkapan lainnya) harganya 60rb.. Mahal banget... kalau masih 20 rb mah saya beli dah cz unyu2 gitu... dasar cewe...

Ahhh, memang cewe.. cewe... Pantesan pasar besar itu ada di perempuan dan anak2... Sbenernya anak2 juga bukan korban utama tapi ibunya.. Coba tuh,,yang sibuk beli baju anak, jelas ibunya.. Apalagi anaknya cewe.. pasti dikit2 ibunya ga tahan lihat baju2 lucu yang terpampang di toko dan ngebayangin kalau anaknya yang pake... ahhh...

Perempuan kudu cerdas... memilah mana kebutuhan mana laper mata... mana kepentingan mana sekedar pengen... mana yang bagus buat kesehatan fisik dan pikiran mana yang tidak... Perempuan kudu cerdas, teliti, dan pinter nawar... Loh... Ahhh, nawar juga kudu pake perasaan ya,,, kalau baju, sepatu, barang2 yang tahan lama mah ga masalah ditawar.. tapi sayuran dll apalagi tukang sayurnya ga usah ditawar2 deh... kasihan... ( suatu kali saya kepasar lihat seorang ibu modis beli buah (lupa euy) terus nawar gitu kepenjualannya, padahal penjualnya dah tua... cuma beda 2rb doang.. ngototnya minta ampun... ehmmm..... harusnya dia ga nawar tapi ngasih uang lebih).


Rabu, 05 Juni 2013

Setiap Jengkalnya adalah Cinta


Kapan aku dapat melangkah bersamamu cinta?
Membersamaimu dalam jalan setapak kehidupan yang tujuan akhirnya adalah cinta dan keridhoanNya.
Dalam kesendirianku ini, ada gurat rindu yang bersemayam dihatiku…
Rindu bisa membersamaimu..
Rindu bisa mengenggam tanganmu…
Rindu bisa menjadi makmum di setiap shalat malammu..
Rindu memetakan mimpi-mimpi kita akan pengembangan pribadi, keluarga bahkan kebermanfaatan kita bagi umat….

Mungkin aku sekarang belum pantas bagimu..
Hingga Allah ingin menempaku lebih dan lebih lagi..
Allah ingin aku membenahi diri..
Allah ingin menjadikan ku sesuatu yang nanti bisa kuat membersamaimu…

Menapaki jalan kesendirianku ini…
Kadangku khilaf akan laku dosa
Kadangku bangkit dan memeluk manisnya iman
Selalu ku pinta Allah menjadi tempatku bersandar

Dalam skenario kehidupanku ini
Setiap jengkalnya ku lilitkan cahaya cinta
Ku gemuruhkan dengan senandung doa
Ku pahat karya agar diri ini hidup bermakna

Menapaki jalan kesendirianku ini..
Ku yakinkan Allah sudah mempersiapkan kau menungguku diujung jalan sana
Bersiap mengenggamku menuju cahaya yang lebih besar dari sebelumnya
Merangkul mimpiku dan harapan kita bersama

Bersamamu ku ingin berjalan ditaman surgaNya
Tak perlulah kau buat istana berlebihan untukku di dunia yang fana
Sederhana saja tapi kita bangun cinta dan kebaikan untuk agamaNya
Hingga Allah berkenan membangunkan istana megah untuk kita yang kekal di SurgaNya

Cinta ini adalah misi kekasihku
Cinta ini adalah doa belahan jiwaku
Mencintaimu sekarang bagai fatamorgana
Ku hanya bermain pada zona abu-abu yang tak tampak rupanya
Hingga suatu saat Allah bukakan takbir itu
Dimana kutemukan dirimu, Laki-laki dunia akheratku